Rabu, 30 September 2026

Kebersamaan Warnai Berakhirnya Penugasan BKO Brimob di Polsek Rasau Jaya


Rasau Jaya, Kubu Raya — Suasana penuh keakraban mewarnai berakhirnya penugasan personel BKO Brimob di wilayah hukum Polsek Rasau Jaya setelah bersama-sama mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Rabu, 30/09/2026.

Kebersamaan antara personel Polsek Rasau Jaya, personel BKO Brimob, serta unsur terkait tersebut terlihat dalam momen foto bersama sebagai bentuk kekompakan selama pelaksanaan tugas di wilayah Rasau Jaya.


Selama berada di wilayah hukum Polsek Rasau Jaya, personel BKO Brimob turut mendukung kegiatan penanganan Karhutla, khususnya dalam upaya pemadaman, pendinginan, penyekatan serta patroli di sejumlah lokasi rawan kebakaran.

Kapolsek Rasau Jaya menyampaikan apresiasi atas dukungan dan sinergi yang telah terjalin selama pelaksanaan tugas. Kebersamaan dan koordinasi antarpersonel menjadi bagian penting dalam menjaga situasi kamtibmas serta menghadapi potensi Karhutla.

Dengan berakhirnya penugasan, personel BKO Brimob selanjutnya kembali ke satuan masing-masing. Meski tugas bersama telah selesai, sinergi dan komunikasi tetap diharapkan terus terjaga.

“Terima kasih atas kebersamaan dan dukungan selama bertugas di Rasau Jaya. Semoga selalu diberikan kelancaran dan keselamatan dalam menjalankan tugas di tempat berikutnya,” ujar Kapolsek Rasau Jaya.


Humas Polsek Rasau Jaya

Senin, 28 September 2026

Sinergi Tiga Pilar, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Kawal Pemilihan Anggota BPD Dusun Rasau Utama

RASAU JAYA, KUBU RAYA – Guna memastikan seluruh tahapan demokrasi tingkat desa berjalan aman, tertib, dan kondusif, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Rasau Jaya Umum menghadiri sekaligus mengawal langsung kegiatan Pemilihan Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Dusun Rasau Utama, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, pada Senin (28/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Desa Rasau Jaya Umum, Rajali Ahmad, bersama jajaran Perangkat Desa, Bhabinkamtibmas Polsek Rasau Jaya Brigpol Daud B. P. Sinaga, Babinsa Koramil Rasau Jaya Serka Sarjono, Panitia Pemilihan BPD, para calon anggota BPD, serta perwakilan tokoh masyarakat dan warga setempat.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Rasau Jaya Umum, Rajali Ahmad, mengapresiasi keikutsertaan warga dan dukungan penuh dari Bhabinkamtibmas serta Babinsa dalam menjaga ketertiban selama proses pemilihan berlangsung.

Kehadiran Anggota Bhabinkamtibmas Brigpol Daud B. P. Sinaga bersama Babinsa Serka Sarjono merupakan bentuk nyata sinergitas TNI-Polri bersama Pemerintah Desa (Tiga Pilar) dalam mendampingi masyarakat serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah binaan.

Dalam kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas Brigpol Daud B. P. Sinaga mengimbau kepada seluruh panitia, para calon anggota BPD, serta masyarakat yang hadir untuk senantiasa mengedepankan asas musyawarah dan menjaga persatuan.

"Kami hadir untuk memastikan proses pemilihan Anggota BPD Dusun Rasau Utama berjalan lancar, transparan, dan demokratis. Siapa pun yang terpilih nantinya diharapkan dapat membawa aspirasi masyarakat dan bersinergi membangun Desa Rasau Jaya Umum ke arah yang lebih baik," ujar Brigpol Daud.

Senada dengan hal tersebut, Babinsa Serka Sarjono menegaskan pentingnya menjaga kondusifitas lingkungan baik selama proses pemilihan berlangsung maupun setelah penetapan hasil. Menurutnya, perbedaan pilihan adalah hal yang wajar dalam demokrasi, namun kerukunan antarwarga harus tetap menjadi prioritas utama.

Hingga berakhirnya seluruh rangkaian acara pada Senin siang, situasi di lokasi kegiatan terpantau aman, tertib, dan terkendali. Sinergitas yang kuat antara Kepala Desa Rajali Ahmad, petugas keamanan, panitia, dan masyarakat menjadi kunci suksesnya penyelenggaraan kegiatan demokrasi warga di Dusun Rasau Utama tersebut.


Humas Polsek Rasau Jaya. 

Sabtu, 26 September 2026

Polisi Selidiki Temuan Pria 32 Tahun Meninggal di Kaki Tower SUTET Kubu Raya


TBNEWSPOLRESKUBURAYA.ID - Seorang pria berusia 32 tahun ditemukan meninggal dunia di kawasan tower saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) di Jalan Simpang Banjar, RT 002/RW 005, Desa Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat (25/9/2026).

Polisi yang menerima laporan warga langsung mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP) bersama Tim Inafis Polres Kubu Raya. Polisi masih menyelidiki rangkaian peristiwa yang menyebabkan pria tersebut meninggal dunia.

Kanit Reskrim Polsek Sungai Kakap Ipda Hata mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan Tim Inafis setelah menerima informasi mengenai temuan tersebut dari masyarakat.

Di lokasi, petugas menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia di bagian kaki tower SUTET. Polisi juga menemukan sebuah tas yang berisi sejumlah barang milik korban dan dokumen identitas.

Berdasarkan identitas tersebut, korban diketahui merupakan warga Kelurahan Jrebeng Wetan, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, Jawa Timur.

Kapolsek Sungai Kakap Iptu Widi Harso melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade mengatakan, korban pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Salamah yang sedang mencari rumput di kebun kelapa sekitar lokasi.

"Saat itu, Salamah melihat sosok manusia di kawasan tower SUTET. Karena ketakutan, dia kemudian kembali ke rumah," kata Ade, Sabtu (26/9/2026).

Sekitar pukul 14.30 WIB, Salamah kembali ke lokasi untuk memastikan apa yang sebelumnya dilihatnya. Setelah berada di lokasi, dia memastikan sosok tersebut merupakan manusia dan kembali ke rumah untuk mengajak anaknya.

"Sekitar pukul 16.00 WIB, Salamah bersama anaknya kembali mendatangi lokasi. Anak Salamah kemudian mendokumentasikan kondisi yang dilihatnya menggunakan telepon seluler dan mengirimkan dokumentasi tersebut kepada Kepala Dusun Desa Sungai Rengas," terang Ade.

Laporan itu kemudian diteruskan kepada Polsek Sungai Kakap. Personel kepolisian mendatangi lokasi untuk memastikan informasi tersebut dan melakukan penanganan serta olah TKP.

"Saat ditemukan, korban mengenakan kaus hitam dan celana pendek hitam. Petugas kemudian mengamankan barang-barang yang ditemukan di sekitar lokasi untuk kepentingan pemeriksaan," ungkapnya

Jenazah kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Pontianak untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

"Hasil visum et repertum menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan akibat benda tajam maupun benda tumpul pada tubuh korban," jelasnya

Polisi juga telah menghubungi pihak keluarga korban. Dari keterangan keluarga, korban diketahui telah merantau ke wilayah Pontianak selama kurang lebih satu tahun untuk mencari pekerjaan.

"Hingga kini, Polsek Sungai Kakap masih melakukan pendalaman untuk mengetahui rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan meninggal dunia,"tegas Ade.



Penulis : cpt_ltr2002
Editor : Aiptu Ade
follow up : web resmi Polres Kubu Raya ( tbnewspolreskuburaya.id)
Call Centre : 110

Dua Residivis di Kubu Raya Akui Curi Mesin Air dan Tabung Gas


TBNEWSPOLRESKUBURAYA.ID - Dua pria berinisial DI (28) dan GI (30) mengakui kepada penyidik Polsek Sungai Raya telah mencuri mesin air Mizuri GP-125 dan satu tabung gas LPG 3 kilogram milik warga di Kompleks Grand Victory, Desa Teluk Kapuas, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Keduanya sebelumnya diamankan warga saat berjalan kaki di Gang Permata Hijau, Desa Teluk Kapuas, sekitar pukul 02.00 WIB, Kamis (24/9/2026). Polisi kemudian membawa keduanya ke Polsek Sungai Raya untuk menjalani pemeriksaan terkait laporan pencurian yang terjadi beberapa jam sebelumnya.

Dari hasil pemeriksaan, polisi berhasil mengamankan mesin air Mizuri GP-125 yang diakui kedua pria tersebut sebagai barang yang mereka ambil. Sementara itu tabung gas LPG 3 kilogram yang sempat dijual di Kampung Beting, Kecamatan Pontianak Timur sudah dapat diamankan.

Kapolsek Sungai Raya AKP Hariyanto melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade mengatakan, pencurian diketahui setelah korban terbangun dari tidur karena mendengar suara air mengalir.

“Korban kemudian mengecek bagian dapur dan melihat mesin air sudah tidak ada. Saat itu air PDAM masih mengalir. Setelah diperiksa, satu tabung gas LPG 3 kilogram juga ikut hilang,” kata Ade, Sabtu (24/9/26).

Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sungai Raya. Polisi menindaklanjuti laporan itu dengan melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan menelusuri barang yang hilang.

Dalam proses penyelidikan, warga yang melihat gerak gerik mencurigakan dari DI dan GI langsung mengamankan keduanya saat berjalan kaki di Gang Permata Hijau. Keduanya kemudian diserahkan kepada polisi untuk menjalani pemeriksaan.

Penyidik selanjutnya mendalami kedua pria tersebut yang merupakan residivis kasus pencurian. Dalam pemeriksaan, DI dan GI mengakui telah mengambil mesin air Mizuri GP-125 dan tabung gas LPG 3 kilogram milik korban.

“Untuk mesin air Mizuri GP-125 sudah diamankan sebagai barang bukti. Sedangkan tabung gas LPG 3 kilogram yang sempat di jual ke Kampung Beting, Kecamatan Pontianak Timur juga sudah diamankan,” ujar Ade.

Penyidik juga mendalami peran masing-masing dalam pencurian serta mencocokkan keterangan keduanya dengan laporan korban dan barang bukti yang telah diamankan.

Atas perkara ini, penyidik menerapkan Pasal 477 ayat (2) juncto Pasal 126 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), sesuai konstruksi perkara yang disampaikan penyidik.

Penyidikan masih berlanjut untuk memastikan peran masing-masing tersangka. Polisi juga mendalami kemungkinan keterkaitan keduanya dengan perkara pencurian lainnya di wilayah Hukum Polres Kubu Raya.


Penulis : cpt_ltr2002
Editor : Aiptu Ade
follow up : web resmi Polres Kubu Raya ( tbnewspolreskuburaya.id)
Call Centre : 110

Hujan Turun, Krisis Air Bersih Kubu Raya Belum Berakhir


TBNEWSPOLREKUBURAYA.ID - Hujan yang turun di tengah kemarau panjang belum membuat persoalan air bersih di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, berakhir. Air hujan yang tertampung warga masih berbau asap sehingga belum dapat diandalkan untuk kebutuhan konsumsi.

Kondisi itu mendorong Polres Kubu Raya bersama Pemerintah Daerah menyalurkan 8.000 liter air bersih siap konsumsi kepada masyarakat di tiga lokasi yang membutuhkan pasokan air.

Air tersebut didistribusikan ke Desa Kuala Dua sebanyak 1.000 liter, Jalan Trans Kalimantan Dusun Parit Masegi sebanyak 6.000 liter, dan Jalan Nurul Huda, Kecamatan Sungai Raya, sebanyak 1.000 liter.

Penyaluran dilakukan ketika sebagian masyarakat masih menghadapi keterbatasan sumber air bersih. Hujan yang mulai turun belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan karena air yang tertampung masih berbau asap.

Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade mengatakan kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap air bersih tetap mendesak meski hujan mulai turun.

“Hujan sudah turun, tetapi belum berarti kebutuhan air bersih warga terpenuhi. Air yang turun masih berbau asap. Karena itu, air bersih yang bisa langsung dimanfaatkan warga menjadi kebutuhan yang harus segera dipenuhi.” kata Ade, Sabtu (26/9/26).

Menurut Ade, distribusi air diarahkan ke lokasi yang membutuhkan agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap air untuk kebutuhan konsumsi di tengah keterbatasan sumber air.

Bantuan sebanyak 6.000 liter menjadi bagian terbesar dari distribusi, yakni untuk warga di Jalan Trans Kalimantan Dusun Parit Masegi. Sementara masing-masing 1.000 liter disalurkan ke Desa Kuala Dua dan Jalan Nurul Huda, Kecamatan Sungai Raya.

Bagi warga yang belum dapat mengandalkan air hujan, pasokan tersebut memberi alternatif air siap konsumsi di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung. Persoalan air bersih pun belum berhenti hanya karena hujan mulai turun.

Polres Kubu Raya bersama Pemerintah Daerah dan stekholder terkait menempatkan kebutuhan air masyarakat sebagai bagian dari respons terhadap kondisi lapangan. Distribusi dilakukan dengan mengarahkan pasokan langsung ke titik-titik yang membutuhkan.

“Yang utama adalah memastikan air sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Ketika sumber air belum kembali normal, kebutuhan untuk minum tidak bisa ditunda.” ujar Ade.

Penyaluran 8.000 liter air bersih itu menunjukkan bahwa hujan belum otomatis memulihkan akses masyarakat terhadap air yang dapat dimanfaatkan. Selama kondisi sumber air belum normal, kebutuhan air bersih tetap menjadi persoalan yang harus mendapat penanganan di lapangan.



Penulis : cpt_ltr2002
Editor : Aiptu Ade
follow up : web resmi Polres Kubu Raya ( tbnewspolreskuburaya.id)
Call Centre : 110

Kamis, 24 September 2026

Polsek Rasau Jaya Gelar Jumat Bersih, Personel BKO Brimob Turut Meramaikan


Rasau Jaya, Kubu Raya – Polsek Rasau Jaya melaksanakan kegiatan Kurve Jumat Bersih di lingkungan Markas Komando (Mako) Polsek Rasau Jaya, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Jumat (25/9/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut dipimpin oleh Kapolsek Rasau Jaya, IPTU Sihar Lumbantoruan, S.H., bersama personel Polsek Rasau Jaya. Kegiatan tersebut turut diikuti dan diramaikan oleh personel BKO Brimob yang sedang melaksanakan tugas di wilayah Rasau Jaya.

Dalam kegiatan tersebut, personel bersama-sama melaksanakan pembersihan di sejumlah area Mako, meliputi halaman depan, ruang pelayanan publik, ruang kerja, area parkir, saluran air atau drainase, hingga mushola Polsek Rasau Jaya.

Kegiatan Jumat Bersih ini dilaksanakan sebagai upaya menciptakan lingkungan Mako yang bersih, sehat, rapi, dan nyaman, baik bagi personel maupun masyarakat yang datang untuk mendapatkan pelayanan kepolisian.

Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan dan kekompakan antarpersonel Polsek Rasau Jaya dan personel BKO Brimob, sekaligus menumbuhkan kepedulian bersama terhadap kebersihan lingkungan.


Humas Polsek Rasau Jaya

Kamis, 10 September 2026

Karhutla Meluas di Rasau Jaya, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Gambut Kering

RASAU JAYA — Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan oleh personel gabungan di wilayah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Pada Kamis (10/9/2026) pagi sekitar pukul 10.00 WIB, personel Polsek Rasau Jaya bersama BKO Brimob terjun langsung ke lokasi kebakaran yang berada di Jalan Sekunder C, Desa Rasau Jaya Umum, Kecamatan Rasau Jaya.

Kondisi lahan gambut yang kering serta vegetasi semak yang mudah terbakar membuat petugas harus bekerja ekstra keras di lapangan. Menggunakan peralatan selang dan mesin pompa air, petugas menyisir titik-titik api serta asap yang masih keluar dari dalam tanah gambut untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak meluas ke area sekitarnya.
Petugas di lapangan juga terus mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat kondisi cuaca yang memicu tingginya potensi karhutla di wilayah Kecamatan Rasau Jaya.

Rabu, 09 September 2026

Cegah Api Kembali Menyala, Danmen 1 Pelopor Pasukan Brimob II Turun Langsung Cek Personel dan Lahan Karhutla di Rasau Jaya



Rasau Jaya — Dalam upaya mengantisipasi meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Komandan Resimen (Danmen) 1 Pelopor Pasukan Brimob II, Kombes Pol Iwan Hidayat, S.I.K., turun langsung mengecek personel BKO Brimob Polri dan meninjau proses pendinginan lahan bekas terbakar di Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Rabu (9/9/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 10.30 WIB ini berfokus di kawasan Tr. 18, Jalan Sekunder C, Dusun Sukadamai, Desa Rasau Jaya Tiga. Peninjauan ini dilakukan dalam rangka Operasi Kontinjensi Aman Nusa II guna memastikan kesiapsiagaan personel serta efektivitas proses penyiraman di lapangan.

Dalam pembasahan lahan gambut tersebut, Regu II dipimpin oleh PS. Kanit Provos Aipda Sudrianto bersama jajaran Polsek Rasau Jaya dan enam personel BKO Korps Brimob Polri.


Sekitar pukul 11.00 WIB, Kombes Pol Iwan Hidayat memimpin langsung pengecekan titik lokasi. Meski permukaan tampak mereda, penyisiran menemukan masih adanya kepulan asap dari dalam tanah gambut hingga kedalaman 1 meter. Kondisi diperparah oleh pasokan air di sekitar lokasi yang mulai mengering.

Catatan Lapangan : Penyiraman secara intensif terus dilakukan mengingat karakter tanah gambut menyimpan bara di bagian dalam yang berpotensi memicu api kembali jika tidak dibasahi secara menyeluruh.

Hingga pukul 14.00 WIB, petugas gabungan terus bertahan di lokasi melakukan pembasahan. Pantauan di wilayah Kecamatan Rasau Jaya mencatat jarak pandang berada di kisaran 200 meter akibat kabut asap yang masih menyelimuti kawasan tersebut.

Selasa, 08 September 2026

Basahi Bara, Tim Gabungan Tuntaskan Pembasahan Karhutla di Rasau Jaya.

Rasau Jaya — Upaya penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus dilakukan di wilayah Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Pada Selasa, 8 September 2026 sore, personel Polsek Rasau Jaya bersama personel BKO Brimob melaksanakan pemadaman dan pembasahan lahan yang sebelumnya terbakar di wilayah Desa Rasau Jaya Tiga.

Pembasahan dilakukan untuk memastikan bara api yang masih tersisa benar-benar padam serta mencegah api kembali menyala dan meluas ke area lainnya.
Dengan kondisi lahan yang masih kering dan berpotensi kembali terbakar, personel di lapangan terus melakukan penyisiran serta pembasahan pada titik-titik yang masih mengeluarkan asap.

Bukan hanya memadamkan api, tetapi memastikan bara tak kembali. Upaya tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian Polri bersama unsur terkait dalam menjaga lingkungan dan melindungi masyarakat dari dampak Karhutla.

#Karhutla #Pembasahan #LawanApi #CegahKarhutla #PolriUntukMasyarakat #PolsekRasauJaya #Brimob #KubuRaya #KalimantanBarat

Senin, 07 September 2026

Ketuk Pintu Langit, Aipda Setiawan Dampingi Ratusan Warga Rasau Jaya Tiga Sholat Istisqo


Rasau Jaya — Bhabinkamtibmas Desa Rasau Jaya Tiga, Aipda Setiawan, menghadiri pelaksanaan Sholat Istisqo yang dirangkaikan dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di lapangan Desa Rasau Jaya Tiga, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, pada Selasa (8/9/2026).

Kegiatan doa bersama tersebut diselenggarakan secara kolaboratif oleh panitia bersama pengurus masjid, unsur tokoh agama, serta masyarakat setempat. Ratusan jemaah tampak memenuhi area lapangan untuk melaksanakan Sholat Istisqo sebagai bentuk ikhtiar spiritual memohon petunjuk dan penurunan hujan di tengah kondisi musim kemarau serta dampak kabut asap yang melanda wilayah setempat.
Selain menggelar Sholat Istisqo berjemaah, acara dilanjutkan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang diisi dengan penyampaian tausiyah dan doa keselamatan bagi masyarakat Desa Rasau Jaya Tiga dan sekitarnya.

Kehadiran Aipda Setiawan dalam kegiatan ini bertujuan untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan dengan aman, tertib, dan khidmat, sekaligus mempererat tali silaturahmi serta sinergitas antara kepolisian dan warga masyarakat.

"Kehadiran kami merupakan bentuk dukungan dan pendampingan kepada masyarakat. Kita bersama-sama memanjatkan doa agar wilayah Desa Rasau Jaya Tiga dan Kabupaten Kubu Raya pada umumnya senantiasa diberikan keselamatan, keberkahan, serta segera diguyur hujan yang membawa manfaat bagi lingkungan," ujar Aipda Setiawan.

Seluruh rangkaian kegiatan Sholat Istisqo dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut berlangsung dengan lancar dan kondusif hingga selesai.

Dari Terang Hingga Gelap, Pemadaman Karhutla Terus Berlanjut


RASAU JAYA – Personel Polsek Rasau Jaya bersama tim gabungan terus melakukan upaya pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya. Senin, 07/09/2026.

Kegiatan pemadaman dilakukan hingga malam hari dengan menyisir dan membasahi area yang masih mengeluarkan asap serta memastikan titik api benar-benar padam.

Dengan kondisi medan yang cukup sulit dan minim penerangan, personel tetap bekerja secara maksimal untuk mencegah api kembali membesar dan meluas ke area lainnya.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan komitmen Polri bersama seluruh pihak dalam menjaga lingkungan serta memberikan perlindungan kepada masyarakat dari dampak Karhutla.


Polsek Rasau Jaya — hadir, bergerak, dan bekerja untuk masyarakat.

Polsek Batu Ampar Bagikan Masker Gratis kepada Warga di Tengah Ancaman Kabut Asap


TBNEWSPOLRESKUBURAYA.ID - Polsek Batu Ampar membagikan masker gratis kepada masyarakat dan pengguna jalan di Jalan H. Bujang Atim, Desa Batu Ampar, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Senin pagi, 7 September 2026. Langkah itu dilakukan untuk mengurangi risiko paparan partikel udara yang dapat mengganggu kesehatan pernapasan masyarakat.

Petugas membagikan masker kepada warga yang melintas sekaligus mengingatkan mereka agar menggunakan pelindung pernapasan saat beraktivitas di luar rumah, terutama ketika kondisi udara kurang sehat.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya preventif kepolisian di tengah potensi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

Kapolsek Batu Ampar Iptu Fahrizal Hasyim melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade mengatakan pembagian masker tidak hanya bertujuan memberikan perlindungan sederhana kepada warga, tetapi juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan pernapasan.

“Pembagian masker ini kami lakukan sebagai langkah preventif untuk membantu melindungi masyarakat dari paparan partikel udara yang dapat mengganggu kesehatan pernapasan. Kami juga mengingatkan warga agar menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, khususnya saat kondisi udara kurang sehat,” ujar Ade.

Menurut Ade, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan ketika kualitas udara menurun. Penggunaan masker menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan partikel ketika warga harus beraktivitas di luar ruangan.

Polsek Batu Ampar juga mengimbau masyarakat memperhatikan kondisi tubuh. Warga yang mengalami keluhan pada saluran pernapasan diminta tidak mengabaikannya dan segera mencari pertolongan medis apabila keluhan berlanjut atau memburuk.

Selain perlindungan kesehatan, pembagian masker menjadi momentum bagi polisi untuk menyampaikan edukasi langsung kepada pengguna jalan. Petugas mengingatkan warga agar tidak berlama-lama berada di luar ruangan apabila kondisi udara semakin tidak sehat.

Bagi kepolisian, langkah tersebut merupakan respons preventif yang dapat dilakukan langsung di tengah masyarakat. Polisi tidak hanya menyampaikan imbauan, tetapi mendatangi warga yang membutuhkan perlindungan saat beraktivitas di jalan.

“Harapannya, masyarakat semakin memahami pentingnya melindungi kesehatan pernapasan. Masker memang merupakan salah satu bentuk perlindungan, tetapi kesadaran untuk membatasi aktivitas di luar rumah ketika udara tidak sehat juga penting,” tegas Ade.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Batu Ampar didampingi Panit Intelkam Herry Susanto, Kamarnit Pos Airud Aipda Junaidi, Brigpol Wisnu Albar, Bripda Rafi Ismaluddin, Bripda Niko Sinambela, dan beberapa personil Airud Polda Kalbar.

Pembagian masker berlangsung pada pagi hari ketika aktivitas masyarakat mulai meningkat. Petugas menyasar pengguna jalan di kawasan Desa Batu Ampar sambil menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga kesehatan pernapasan.

Di tengah ancaman kabut asap, masker yang dibagikan menjadi perlindungan sederhana bagi warga. Namun, pesan yang dibawa polisi lebih luas: menjaga kesehatan bukan hanya soal menghadapi dampak asap, tetapi juga membangun kebiasaan masyarakat untuk lebih waspada terhadap kondisi udara di sekitarnya.



Penulis : cpt_ltr2002
Editor : Aiptu Ade
follow up : web resmi Polres Kubu Raya ( tbnewspolreskuburaya.id)
Call Centre : 110

Karhutla di Rasau Jaya dalam Penyelidikan, Satgas Gakkum Cocokkan Titik Panas dengan Kondisi Lapangan


TBNEWSPOLREKUBURAYA.ID - Satgas Penegakan Hukum (Gakkum) Satreskrim Polres Kubu Raya memeriksa lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Rasau Jaya Umum, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan lokasi kebakaran serta mencocokkan titik panas yang terpantau melalui sistem pemantauan dengan kondisi faktual di lapangan.

Hasil pengecekan sementara menunjukkan area yang terbakar berada di luar lahan milik PT Agro Alam Nusantara. Petugas juga tidak menemukan titik api aktif di dalam area perusahaan saat pemeriksaan dilakukan.

Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade mengatakan, pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari proses penyelidikan Satgas Gakkum untuk memastikan fakta di balik peristiwa kebakaran.

“Petugas melakukan pengecekan langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi lahan yang terbakar, termasuk posisi dan batas area di sekitar perusahaan. Dari hasil pemeriksaan sementara, lahan yang terbakar berada di luar lahan PT Agro Alam Nusantara dan tidak mengenai area perusahaan,” kata Ade, Senin (7/9/26).

Menurut Ade, petugas juga mencermati adanya titik panas yang terpantau melalui aplikasi Si Pongi. Untuk memastikan kondisi sebenarnya, Satgas Gakkum melakukan pemantauan menggunakan drone.

Dari pemantauan udara tersebut, petugas tidak menemukan titik api aktif di dalam area PT Agro Alam Nusantara.

“Setelah dilakukan pengecekan menggunakan drone, tidak ditemukan titik api aktif di dalam area perusahaan. Titik panas yang terpantau pada aplikasi kemudian dicocokkan dengan kondisi di lapangan,” ujarnya.

Ade mengatakan, hasil pemeriksaan di lapangan menunjukkan adanya area terbakar di luar lahan perusahaan. Kondisi tersebut menjadi salah satu bagian yang masih didalami petugas dalam proses penyelidikan.

Di tengah pemeriksaan, petugas juga menemukan kepulan asap di lahan masyarakat di Desa Mekar Sari. Lokasi tersebut berjarak sekitar dua kilometer dari area perusahaan.

“Kami masih menemukan kepulan asap di lahan masyarakat di Desa Mekar Sari dengan jarak sekitar dua kilometer dari perusahaan. Namun, berdasarkan pengecekan saat itu, api sudah dalam kondisi padam,” terang Ade.

Sementara itu, PT Agro Alam Nusantara telah melakukan upaya pemadaman dan pendinginan terhadap area yang terbakar. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bara api tidak kembali menyala dan mencegah kebakaran meluas.

Satgas Gakkum tidak hanya melakukan pemeriksaan visual di lokasi. Petugas juga mewawancarai sejumlah saksi di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan informasi mengenai kondisi dan kronologi kebakaran.

Keterangan para saksi menjadi bagian dari bahan penyelidikan polisi untuk mencocokkan kondisi lapangan dengan informasi titik panas yang terpantau.

Polres Kubu Raya masih membuka ruang pendalaman terhadap fakta-fakta di lapangan. Petugas berencana meminta keterangan tambahan dari saksi lain yang mengetahui peristiwa tersebut.

Selain itu, Satgas Gakkum akan berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kubu Raya untuk memastikan status dan batas lahan di sekitar lokasi kebakaran.

“Penyelidikan masih berjalan. Kami akan meminta keterangan tambahan dari saksi-saksi yang mengetahui kejadian serta berkoordinasi dengan BPN Kabupaten Kubu Raya untuk memastikan status dan batas lahan. Semua fakta akan kami cocokkan dengan hasil pemeriksaan di lapangan,” tegas Ade.

Pemeriksaan ini menjadi bagian dari langkah Polres Kubu Raya dalam menelusuri setiap peristiwa karhutla berdasarkan kondisi faktual di lapangan. Polisi tidak hanya mengandalkan data titik panas, tetapi juga melakukan pengecekan lokasi, pemeriksaan menggunakan drone, meminta keterangan saksi, serta memastikan status lahan sebelum menentukan langkah penyelidikan selanjutnya.



Penulis : cpt_ltr2002
Editor : Aiptu Ade
follow up : web resmi Polres Kubu Raya ( tbnewspolreskuburaya.id)
Call Centre : 110

Kemarau Panjang Picu Karhutla di 4 Lokasi Kubu Raya, Polisi Bergerak Padamkan Api


TBNEWSPOLREKUBURAYA.ID - Empat titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, berhasil dipadamkan personel Operasi Kontinjensi Aman Nusa II “Karhutla Kapuas-2026”, Minggu (6/9/26) Pukul 20.15 WIB. Petugas kini melanjutkan pendinginan untuk memastikan bara di lahan tidak kembali memicu kebakaran di tengah kondisi kemarau panjang.

Keempat lokasi itu tersebar di Kecamatan Sungai Raya. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 11 hektare.

Lokasi pertama berada di Jalan Wonodadi II, Kompleks Adenia Ratri, Desa Arang Limbung, dengan luas lahan terbakar sekitar 4 hektare. Lokasi kedua berada di Desa Limbung, di samping SMA 4 Sungai Raya, dengan luas sekitar 1 hektare.

Dua lokasi lainnya berada di Jalan Parit Semben, Desa Parit Baru, dengan luas lahan terbakar sekitar 3 hektare, serta Jalan Sultan Agung, Desa Kuala Dua, dengan luas sekitar 3 hektare.

Patroli pengecekan titik api, pemadaman, dan pendinginan dimulai pukul 08.00 WIB. Kegiatan tersebut dipimpin Kasat Samapta Polres Kubu Raya AKP Zainudin selaku Kasatgas Pemadaman Operasi Kontinjensi Aman Nusa II “Karhutla Kapuas-2026”.

Dalam operasi tersebut, Zainudin dibantu 10 personel BKO Pasukan II Korbrimob Polri dan 35 personel Pleton 2 Operasi Kontinjensi Aman Nusa II Polres Kubu Raya.

Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade mengatakan petugas tidak berhenti setelah api berhasil dipadamkan. Pendinginan dilakukan untuk memastikan titik-titik yang terbakar tidak menyisakan bara yang dapat kembali menyulut api.

“Kondisi kemarau panjang membuat lahan menjadi sangat kering sehingga potensi munculnya kembali titik api tetap harus diwaspadai. Karena itu, setelah api berhasil dipadamkan, personel langsung melakukan pendinginan dan pengecekan kembali di sekitar lokasi,” kata Ade, Senin (7/9/26).

Menurut Ade, penanganan karhutla dilakukan dengan mengutamakan kecepatan respons. Petugas mendatangi lokasi, memastikan titik api, melakukan pemadaman, kemudian melanjutkan pendinginan untuk menekan kemungkinan api kembali membesar.

Selain pemadaman, petugas juga melakukan pendataan dan penyelidikan untuk mengetahui pihak yang memiliki atau menguasai lahan serta penyebab terjadinya kebakaran.

“Setiap perkembangan di lapangan kami laporkan secara berjenjang kepada pimpinan. Kami juga melakukan penyelidikan terhadap pihak yang memiliki atau menguasai lahan untuk mengetahui bagaimana kebakaran tersebut terjadi,” ujarnya.

Dalam penanganan empat lokasi itu, personel mengerahkan satu unit kendaraan roda empat Satsamapta Polres Kubu Raya, empat unit kendaraan roda dua khusus karhutla, empat mesin Robin, 30 gulung selang, empat selang hisap, dan empat nozzle.

Peralatan tersebut digunakan untuk mendukung proses penyemprotan air, pemadaman, hingga pendinginan pada lahan yang terbakar.

Ade mengatakan kondisi cuaca yang masih kering membuat pencegahan menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla. Menurut dia, masyarakat memiliki peran besar untuk mencegah api kembali muncul, terutama dengan tidak membuka atau membersihkan lahan menggunakan cara membakar.

“Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan, terutama dalam kondisi kemarau seperti sekarang. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat meluas ketika vegetasi dan lahan dalam kondisi kering,” katanya.

Berdasarkan pengecekan terakhir, api di empat lokasi tersebut telah berhasil dipadamkan. Personel masih melakukan pendinginan dan pemantauan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menjadi titik api.

Operasi Kontinjensi Aman Nusa II “Karhutla Kapuas-2026” Polres Kubu Raya akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan karhutla di wilayah hukumnya.

Di tengah kemarau panjang, pekerjaan petugas bukan hanya memadamkan api. Mereka juga harus memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi, karena satu bara yang tersisa dapat kembali menjadi ancaman bagi lahan, lingkungan, dan aktivitas masyarakat.



Penulis : cpt_ltr2002
Editor : Aiptu Ade
follow up : web resmi Polres Kubu Raya ( tbnewspolreskuburaya.id)
Call Centre : 110

Polri Untuk Masyarakat, Polres Kubu Raya Distribusikan 6 Ton Air Bersih


TBNEWSPOLRESKUBURAYA.ID - Di tengah keterbatasan air bersih akibat musim kemarau, Polres Kubu Raya kembali turun langsung membantu masyarakat. Sebanyak 6.000 liter atau enam ton air bersih disalurkan kepada warga di kawasan Terminal Tipe A BPTD Kelas II Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Minggu (6/9/2026) sore.

Distribusi air bersih tersebut menggunakan kendaraan Water Cannon atau AWC Sat Samapta Polres Kubu Raya. Sekitar 150 warga Kecamatan Sungai Ambawang dan wilayah sekitarnya menjadi penerima manfaat dalam kegiatan tersebut.

Penyaluran ini menjadi respons kepolisian terhadap keluhan masyarakat yang menghadapi keterbatasan air bersih setelah periode kemarau panjang. Bagi warga, pasokan air bukan sekadar kebutuhan tambahan, melainkan kebutuhan dasar untuk memenuhi aktivitas sehari-hari.

Wakapolres Kubu Raya Kompol Andri Syahroni, melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade, mengatakan kepolisian berupaya memastikan masyarakat tidak menghadapi persoalan kekurangan air seorang diri.

“Polri hadir bukan hanya ketika masyarakat membutuhkan rasa aman. Ketika masyarakat menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih, kami juga harus hadir dan mengambil langkah nyata. Air merupakan kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda,” kata Ade.

Menurut Ade, kondisi pascaperiode kemarau panjang membuat sebagian masyarakat masih mengalami keterbatasan sumber air. Karena itu, Polres Kubu Raya tidak hanya memadamkan api karhutla, Polres Kubu Raya juga merespons persoalan tersebut dengan mendatangi masyarakat dan menyalurkan air secara langsung.

“Kami memahami keterbatasan air bersih sangat dirasakan masyarakat. Air dibutuhkan untuk memasak, mandi, mencuci dan berbagai kebutuhan rumah tangga. Karena itu, di tengah upaya personel kami yang masih berjibaku memadamkan kebakaran di sejumlah lokasi, personel lainnya juga kami kerahkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan air bersih. Bagi kami, kehadiran Polri harus dapat dirasakan secara nyata, baik dalam menjaga masyarakat dari ancaman kebakaran maupun membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban warga,” ujarnya.

Enam Ton Air Didistribusikan

Air yang disalurkan dalam kegiatan tersebut berasal dari fasilitas pengolahan dan sumber penampungan air bersih PT Alas Kusuma.

Air kemudian diangkut menggunakan kendaraan AWC Sat Samapta Polres Kubu Raya menuju lokasi penyaluran di kawasan Terminal Tipe A BPTD Kelas II Sungai Ambawang.

Sebanyak 6.000 liter air atau setara enam ton disiapkan untuk masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolres Kubu Raya Kompol Andri Syahroni, Kasi TIK Polres Kubu Raya Aiptu Tarmizi, Kasubsi Penmas Sihumas Polres Kubu Raya Aiptu Ade Surdiansyah, Paur Subbagdalpers Bag SDM Polres Kubu Raya Aiptu Adang Sutiana, Kanit Dalmas 2 Satsamapta Polres Kubu Raya Aiptu Bambang Hasmiyanto, serta lima personel Polsek Sungai Ambawang.

Sekitar 150 warga menjadi penerima manfaat dalam distribusi air bersih tersebut.

Respons atas Keluhan Warga

Ade mengatakan kegiatan itu merupakan bagian dari upaya Polres Kubu Raya menanggulangi persoalan keterbatasan air bersih sekaligus merespons kebutuhan masyarakat di lapangan.

Pelayanan kepolisian tidak berhenti pada persoalan keamanan dan ketertiban. Dalam kondisi tertentu, Polri juga harus mampu membaca persoalan sosial yang dirasakan masyarakat dan memberikan bantuan sesuai kewenangan serta kemampuan yang dimiliki.

“Kami tidak ingin masyarakat merasa sendirian ketika menghadapi kesulitan. Kehadiran Polri harus bisa dirasakan manfaatnya. Karena itu, selama masyarakat masih membutuhkan dan kondisi di lapangan memungkinkan, penyaluran air bersih akan terus dilakukan,” ungkapnya.

Ade menegaskan, kegiatan tersebut akan berlanjut sesuai kebutuhan masyarakat. Hal itu merupakan bagian dari arahan Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia agar jajaran Polres Kubu Raya terus memberikan pelayanan yang menyentuh langsung kebutuhan warga.

“Ini bukan hanya kegiatan seremonial. Kami akan terus melihat kondisi masyarakat dan melakukan penyaluran sesuai kebutuhan. Perintah Kapolres Kubu Raya adalah agar Polri hadir di tengah masyarakat dan memberikan solusi atas persoalan yang mereka hadapi,” ujar Ade.

Polri Hadir di Tengah Masyarakat

Penyaluran air bersih tersebut menjadi salah satu bentuk respons Polres Kubu Raya terhadap dampak kekeringan dan keterbatasan sumber air di wilayah Sungai Ambawang.

Kepolisian tidak hanya membawa kendaraan Water Cannon ke lokasi. Di balik ribuan liter air yang disalurkan, terdapat upaya untuk menjawab kebutuhan paling mendasar masyarakat ketika sumber air mulai terbatas.

Bagi warga yang kesulitan mendapatkan air, bantuan tersebut menjadi pengingat bahwa pelayanan publik tidak selalu hadir dalam bentuk yang besar. Terkadang, kehadiran itu sesederhana memastikan satu kebutuhan dasar tetap terpenuhi.

Polres Kubu Raya memastikan distribusi air bersih akan terus dilakukan sesuai kondisi dan kebutuhan masyarakat. 


Penulis : cpt_ltr2002
Editor : Aiptu Ade
follow up : web resmi Polres Kubu Raya ( tbnewspolreskuburaya.id)
Call Centre : 110

Minggu, 06 September 2026

Krisis Air di Tengah Kemarau, Kapolres Kubu Raya Gandeng Brimob Salurkan Air Layak Konsumsi


TBNEWSPOLRESKUBURAYA.ID - Musim kemarau dan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat persoalan air bersih di Kabupaten Kubu Raya kian mendesak. Polres Kubu Raya menggandeng Satbrimob Polda Kalimantan Barat merespons kondisi itu dengan mendistribusikan air layak konsumsi kepada masyarakat.

Distribusi air ini berlokasi di Taman Makam Pahlawan Dharma Patria Jaya, Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (5/9/2026). Polisi mengerahkan mobil Water Treatment milik Satbrimob Polda Kalbar untuk mengolah air menjadi air bersih dan air siap minum.

Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia memimpin kegiatan tersebut. Rensa didampingi Wakapolres Kubu Raya Kompol Andri Syahroni, Kabag Ops AKP Samidi, Kasat Lantas IPTU Judi Effendhy Kusuma, Kapolsek Sungai Raya AKP Hariyanto, serta personel Polres Kubu Raya dan Satbrimob Polda Kalbar.
Mobil Water Treatment tersebut dioperasikan IPDA Mamat Kusandi bersama 15 personel Satbrimob Polda Kalbar. Fasilitas itu memiliki kapasitas pengolahan hingga 6.000 liter air per jam. Sementara kapasitas air siap minumnya mencapai 2.500 liter per jam.

Air hasil pengolahan memiliki tingkat keasaman atau pH sekitar 7 atau netral. Berdasarkan keterangan pengelola fasilitas, air tersebut dapat digunakan sebagai air layak konsumsi.

Pendistribusian air dilakukan ketika kebutuhan masyarakat terhadap air bersih meningkat akibat musim kemarau. Persoalan itu muncul bersamaan dengan dampak karhutla yang masih dirasakan di sejumlah wilayah Kubu Raya.

Kondisi udara juga menjadi persoalan lain. Kementerian Kehutanan pada 4 September menyebut kualitas udara di sejumlah wilayah terdampak karhutla membaik, tetapi zona kualitas udara sangat tidak sehat masih tersisa di sebagian wilayah Kalimantan Barat.

Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade mengatakan distribusi air merupakan respons kepolisian terhadap kebutuhan dasar masyarakat selama musim kemarau.

“Kami ingin membantu masyarakat yang mengalami keterbatasan air selama musim kemarau. Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus tersedia, sehingga Polri berupaya hadir di tengah kondisi tersebut,” kata Ade.

Menurut Ade, dampak karhutla membuat persoalan masyarakat tidak berhenti pada ancaman api dan asap. Keterbatasan air juga menjadi persoalan yang perlu ditangani.

“Saat ini Kubu Raya juga menghadapi kondisi pascakarhutla dan paparan asap di sejumlah titik. Karena itu, kami melihat kebutuhan masyarakat secara langsung, termasuk kebutuhan air layak konsumsi dan air bersih,” ujarnya.

Polres Kubu Raya memastikan distribusi air akan dilanjutkan ke wilayah lain yang membutuhkan. Polisi akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dan pemangku kepentingan terkait untuk memetakan lokasi yang mengalami keterbatasan sumber air.

Pemetaan tersebut diharapkan membuat bantuan tidak berhenti pada satu lokasi, tetapi dapat diarahkan kepada masyarakat yang paling membutuhkan.

“Kegiatan ini akan terus berlangsung bagi masyarakat yang membutuhkan. Kami akan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dan stakeholder terkait untuk memetakan titik-titik yang membutuhkan air layak konsumsi maupun air bersih,” jelas Ade.

Distribusi air menjadi bagian dari penanganan dampak kemarau dan karhutla yang lebih luas. Sebelumnya, Polres Kubu Raya juga menyalurkan 6.000 liter air bersih kepada 170 kepala keluarga terdampak karhutla di Dusun Teluk Lais, Desa Persiapan Kuala Bakung dan puluhan warga Desa Durian Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, pada Jumat (4/9/2026).

Rangkaian distribusi tersebut menunjukkan bahwa persoalan air bersih mulai menjadi bagian penting dalam penanganan dampak karhutla di Kubu Raya.

Bagi masyarakat yang menghadapi keterbatasan sumber air, distribusi tersebut bukan sekadar bantuan logistik. Air menjadi kebutuhan yang harus tersedia setiap hari, terutama ketika kemarau mempersempit akses terhadap sumber air bersih.



Penulis : cpt_ltr2002
Editor : Aiptu Ade
follow up : web resmi Polres Kubu Raya ( tbnewspolreskuburaya.id)
Call Centre : 110

Asap Mengepul, Personel Polsek Rasau Jaya Tetap Turun ke Lokasi Karhutla

Rasau Jaya – Personel Polsek Rasau Jaya bersama tim gabungan terus melakukan upaya pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya. Minggu, 06/09/2026.

Dengan menggunakan peralatan pemadam dan selang air, personel berjibaku di tengah kondisi lahan yang dipenuhi asap untuk mengendalikan dan memadamkan api agar tidak meluas.

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan respons cepat Polri bersama unsur terkait dalam menjaga lingkungan serta mencegah dampak Karhutla terhadap masyarakat.

“Panas dan asap bukan alasan untuk berhenti. Selama masih ada api, kami tetap bergerak.”

Polsek Rasau Jaya – Hadir, Peduli, dan Bergerak untuk Masyarakat.

Sabtu, 05 September 2026

Kepala BNPB Turun ke Lokasi, Tinjau Penanganan Karhutla di Rasau Jaya

Rasau Jaya, Kubu Raya — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M. melakukan kunjungan kerja ke Desa Rasau Jaya Tiga, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (5/9/2026).

Kunjungan tersebut dalam rangka meninjau secara langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), khususnya proses pemadaman di kawasan Jalan Sekunder C TR 16–17, Dusun Suka Damai, Desa Rasau Jaya Tiga.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala BNPB RI bersama rombongan dan pejabat pendamping mengikuti konferensi pers, kemudian meninjau langsung proses pemadaman Karhutla di lapangan, termasuk penggunaan Flame Freeze oleh Manggala Agni.

Kegiatan turut dihadiri dan didampingi unsur Kepolisian, TNI, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, BPBD, Manggala Agni, Basarnas, serta unsur terkait lainnya sebagai bentuk sinergi dalam penanganan Karhutla di wilayah Rasau Jaya.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan memastikan penanganan Karhutla berjalan optimal serta mencegah api meluas ke wilayah lainnya.

Tak Kenal Lelah, Tim Gabungan Percepat Pemadaman Karhutla di Rasau Jaya.

Rasau Jaya — Tim Karhutla Polsek Rasau Jaya bersama personel BKO Brimob dan Satbrimob Polda Kalbar melaksanakan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Lapangan Tembak, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya. Sabtu, 05/09/2026.

Kegiatan dilakukan sebagai respons terhadap adanya kebakaran lahan yang berpotensi meluas, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan kering. Personel bersama-sama melakukan pemadaman dan pendinginan pada area yang terdampak untuk mencegah api kembali menyala dan meluas ke wilayah sekitar.

Petugas juga terus melakukan pemantauan di lokasi guna memastikan kondisi benar-benar aman dan tidak terdapat titik api yang masih berpotensi menimbulkan kebakaran.

Upaya tersebut merupakan bentuk sinergi personel kepolisian dalam penanganan Karhutla sekaligus sebagai langkah preventif untuk melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak kebakaran hutan dan lahan.

Kamis, 03 September 2026

Karhutla Masih Mengancam, Pemkab Kubu Raya Gandeng Polri Salurkan Air Bersih ke Warga Terdampak


TBNEWSPOLREKUBURAYA.ID - Di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih membayangi Kabupaten Kubu Raya, persoalan lain mulai menghantui masyarakat: sulitnya mendapatkan air bersih.

Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bersama Kepolisian, BPBD, Perumda Tirta Raya dan sejumlah instansi terkait memperkuat koordinasi untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama musim kemarau.

Langkah itu dibahas dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektor Penanganan Karhutla dan Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih bagi Masyarakat Terdampak yang dipimpin Bupati Kubu Raya Sujiwo di Kopi Koe, Jalan Sungai Raya Dalam, Kecamatan Sungai Raya.

Rapat tersebut tidak hanya membahas penanganan karhutla, tetapi juga menyusun pola distribusi air bersih agar bantuan benar-benar tiba di tengah masyarakat yang paling membutuhkan.

Dalam rapat itu disepakati bahwa penyaluran air bersih akan melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), yakni camat, kapolsek dan danramil setempat. Pelibatan unsur tersebut dinilai penting untuk memastikan proses distribusi berlangsung aman, tertib dan tepat sasaran.

Selain itu, lokasi penyaluran akan dipetakan berdasarkan kondisi lapangan. Mobil Water Treatment atau kendaraan pengolah air akan diarahkan ke titik-titik strategis yang mudah dijangkau masyarakat.

Pemerintah juga mengantisipasi potensi kerawanan saat pembagian air. Pengaturan antrean, pengamanan lokasi serta koordinasi dengan perangkat kecamatan dan desa akan dilakukan agar distribusi tidak menimbulkan kerumunan maupun perebutan air.

Lokasi Distribusi Dievaluasi Setiap Hari

Pola penyaluran air bersih tidak akan dilakukan secara statis. Lokasi sasaran akan diperbarui setiap hari berdasarkan laporan camat mengenai desa-desa yang mengalami kekurangan air.

Laporan tersebut selanjutnya dikoordinasikan dengan kapolsek untuk menentukan lokasi prioritas dan jadwal distribusi dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan serta jumlah masyarakat yang terdampak.

Dengan pola tersebut, bantuan diharapkan tidak sekadar hadir, tetapi benar-benar menjangkau warga yang berada dalam kondisi paling membutuhkan.

Kapolsek Sungai Raya AKP Hariyanto melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade mengatakan, kepolisian siap mendukung penuh langkah lintas sektor tersebut, terutama dalam memastikan distribusi air bersih berjalan aman, tertib dan tidak menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Polri siap mendukung proses penyaluran air bersih kepada masyarakat terdampak. Personel akan melakukan pemantauan dan pengamanan di lokasi untuk memastikan distribusi berjalan tertib, aman dan tepat sasaran," ujar Ade, Jumat (4/9/2026).

Menurutnya, pengamanan tidak hanya dilakukan ketika air mulai dibagikan. Polisi juga akan berkoordinasi dengan camat, pemerintah desa dan unsur terkait untuk memetakan potensi kerawanan di setiap lokasi penyaluran.

"Yang menjadi perhatian kami adalah bagaimana masyarakat dapat menerima bantuan dengan tertib. Kami akan mengatur situasi di lapangan, mengantisipasi kepadatan maupun potensi gangguan kamtibmas, sehingga masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh air bersih dengan aman," katanya.

Ade menegaskan, jajaran Polsek di wilayah hukum Polres Kubu Raya akan terus melakukan monitoring terhadap kegiatan distribusi air bersih sekaligus mengikuti perkembangan kondisi masyarakat di wilayah masing-masing.

Air Bersih Jadi Bagian Mitigasi Karhutla

Distribusi air bersih menjadi salah satu langkah mitigasi menghadapi musim kemarau di Kubu Raya. Selain membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengantisipasi dampak kekeringan yang berpotensi semakin terasa ketika musim kemarau berlangsung.

Rapat tersebut diikuti Kabag Ops Satbrimob Polda Kalimantan Barat AKBP Elyas Ericson, Kepala Dinas PU Kubu Raya Sudarmansyah, Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya Wan Iwansyah, Kepala Bappeda Litbang Kubu Raya Kurnia Solihat, Kalak BPBD Kubu Raya Ariyanto, Direktur Perumda Tirta Raya Hermawan, Kapolsek Sungai Raya, AKP Hariyanto, Kapolsek Sungai Kakap, Iptu Widiharso, Kapolsek Sungai Ambawang, AKP Junaifi Kapolsek Rasau Jaya, Iptu Sihar Lumbantoruan dan Kapolsek Kuala Mandor B, Iptu M. Salaeh beserta jajaran camat wilayah daratan Kubu Raya.

Sinergi lintas sektor menjadi penting karena persoalan karhutla tidak berhenti pada api dan asap. Dampaknya dapat merembet ke berbagai kebutuhan dasar masyarakat, termasuk ketersediaan air bersih.

Karena itu, pemerintah daerah bersama Polri, BPBD, Perumda Tirta Raya dan instansi terkait berupaya memastikan masyarakat tidak menghadapi musim kemarau seorang diri.

Di lapangan, kepolisian mengambil peran pada sisi keamanan dan ketertiban. Personel Polsek jajaran Polres Kubu Raya akan memonitor sekaligus mengamankan proses distribusi air bersih, termasuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.

Ketika air menjadi kebutuhan yang semakin berharga di tengah musim kering, memastikan bantuan sampai kepada warga dengan aman bukan sekadar persoalan distribusi. Ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga ketenangan masyarakat di tengah tekanan akibat karhutla dan kekeringan.

Sinergi lintas sektor pun diharapkan mampu menjadi penyangga bagi masyarakat Kubu Raya agar kebutuhan dasar tetap terpenuhi, sementara penanganan karhutla terus dilakukan secara bersama-sama.




Penulis : cpt_ltr2002
Editor : Aiptu Ade
follow up : web resmi Polres Kubu Raya ( tbnewspolreskuburaya.id)
Call Centre : 110

Jarak Pandang 600 Meter, Sejumlah Penerbangan di Bandara Supadio Delay dan Batal


TBNEWSPOLRESKUBURAYA.ID – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Sejumlah penerbangan dari maskapai Lion Group mengalami keterlambatan hingga pembatalan setelah jarak pandang di sekitar bandara menurun dan kondisi penerbangan tidak memungkinkan untuk beroperasi secara normal.

Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia meminta calon penumpang yang terdampak untuk tetap tenang dan bersabar. Menurutnya, perubahan jadwal hingga pembatalan penerbangan dalam kondisi jarak pandang terbatas merupakan bagian dari pertimbangan keselamatan penerbangan.

“Kami mengimbau seluruh calon penumpang agar tetap tenang dan bersabar. Keselamatan penumpang dan awak pesawat harus menjadi prioritas utama. Ketika kondisi jarak pandang tidak mendukung, penerbangan tentu harus menyesuaikan dengan kondisi di lapangan,” kata Rensa, Kamis (3/9/2026).

Imbauan tersebut disampaikan setelah terjadi ketegangan antara sejumlah calon penumpang dan pihak maskapai Lion Group di ruang tunggu lantai 2 Bandara Internasional Supadio, sekitar pukul 18.10 WIB.

Ketegangan dipicu kekecewaan calon penumpang yang penerbangannya mengalami keterlambatan sejak pagi hingga akhirnya dibatalkan. Sebagian penumpang telah menunggu cukup lama sehingga situasi sempat memanas ketika kepastian keberangkatan belum diperoleh.

Kapolres menjelaskan, pembatalan terjadi setelah pesawat yang sedianya digunakan untuk membawa calon penumpang dari Bandara Internasional Supadio tidak dapat mendarat akibat kondisi kabut asap yang menurunkan jarak pandang.

“Situasi ini terjadi karena kondisi kabut asap yang berdampak terhadap jarak pandang di sekitar bandara. Dengan kondisi tersebut, operasional penerbangan harus mempertimbangkan faktor keselamatan sebelum pesawat melakukan pendaratan maupun lepas landas,” jelasnya.

Sejumlah penerbangan Lion Group yang mengalami pembatalan antara lain Wings Air IW1340 tujuan Ketapang, Wings Air IW1344 tujuan Ketapang, Wings Air IW1346 tujuan Ketapang, Lion Air JT955 tujuan Batam, Super Air Jet IU701 tujuan Jakarta, Super Air Jet IU341 tujuan Surabaya, Super Air Jet IU661 tujuan Yogyakarta, serta Batik Air ID6227 tujuan Jakarta.

Kondisi tersebut membuat calon penumpang yang berada di ruang tunggu meluapkan kekecewaan. Kesalahpahaman dengan pihak maskapai pun sempat terjadi hingga menimbulkan ketegangan di area terminal.

Petugas Polres Kubu Raya yang berada di lokasi kemudian melakukan pengamanan dan berupaya meredam situasi. Calon penumpang diberikan pemahaman agar persoalan dapat diselesaikan secara tenang dan tidak berkembang menjadi konflik.

Menurut Kapolres, pihak maskapai kemudian memberikan sejumlah pilihan kepada penumpang yang penerbangannya dibatalkan.

“Untuk penerbangan yang dibatalkan, proses penyelesaiannya dilakukan melalui pengembalian uang tiket sebesar 100 persen sesuai harga pembelian atau penumpang dapat melakukan perubahan jadwal dan hari keberangkatan,” ujarnya.

Rensa mengatakan, kepolisian memahami kekecewaan para penumpang yang harus menunggu berjam-jam dan kemudian menghadapi pembatalan penerbangan.

Namun, kondisi tersebut harus dilihat dari sisi keselamatan.

“Kami memahami bahwa masyarakat memiliki kepentingan dan tujuan masing-masing. Ada yang hendak bekerja, bertemu keluarga, maupun melanjutkan perjalanan. Tetapi keselamatan penerbangan tidak boleh dipertaruhkan hanya karena mengejar jadwal keberangkatan,” ungkap Rensa.

Kondisi kabut asap memang menjadi persoalan serius bagi aktivitas penerbangan di Kalimantan Barat. Pada periode yang sama, gangguan visibility di sekitar Bandara Supadio juga dilaporkan berdampak pada sejumlah penerbangan. AirNav Indonesia menyebut pemantauan jarak pandang dan kondisi meteorologi dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung keputusan operasional penerbangan.

Karena itu, Polres Kubu Raya mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing emosi ketika menghadapi keterlambatan maupun pembatalan penerbangan akibat kondisi alam.

Calon penumpang diminta mengikuti informasi resmi dari maskapai dan petugas bandara serta menggunakan mekanisme pelayanan yang tersedia apabila membutuhkan pengembalian tiket atau perubahan jadwal.

“Kami meminta masyarakat tetap tenang, tidak terpancing emosi dan menyelesaikan persoalan melalui komunikasi yang baik. Semua pihak tentu menginginkan penerbangan berjalan lancar, tetapi dalam kondisi seperti ini keselamatan harus ditempatkan paling depan,” tuturnya.

Gangguan penerbangan tersebut menjadi gambaran nyata bahwa dampak karhutla tidak berhenti pada persoalan asap dan kesehatan masyarakat. Ketika jarak pandang turun, aktivitas transportasi udara pun ikut terdampak.

Bagi para calon penumpang, penantian memang melelahkan. Namun dalam situasi kabut asap yang membatasi jarak pandang, keputusan untuk menunda atau membatalkan penerbangan merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan.

Pesawat dapat dijadwalkan kembali. Perjalanan dapat dilanjutkan di lain waktu. Tetapi keselamatan penumpang tidak memiliki jadwal pengganti.



Penulis : cpt_ltr2002
Editor : Aiptu Ade
follow up : web resmi Polres Kubu Raya ( tbnewspolreskuburaya.id)
Call Centre : 110

Inovasi Air Bersih dan Karhutla Jadi Sorotan dalam Kunjungan Pangkogabwilhan I ke Rasau Jaya

Rasau Jaya, 4 September 2026 — Pangkogabwilhan I Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, S.I.P., melakukan kunjungan kerja ke Desa Rasau Jaya Tiga, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Jumat (4/9/2026).

Kunjungan tersebut turut dihadiri Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, Danrem 121/Abw Brigjen TNI Purnomosidi, serta jajaran PJU Kodam XII/Tanjungpura. Kapolda Kalbar dalam kegiatan tersebut diwakili oleh Dirsamapta Polda Kalbar Kombes Pol Arif Budiman, S.H., S.I.K.

Selain jajaran TNI-Polri, kegiatan juga dihadiri Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa Sastika Aktadivia Robinson, S.H., S.I.K., M.H., perwakilan Forkopimda Kabupaten Kubu Raya, instansi terkait, serta perwakilan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura.

Dalam kunjungan tersebut, Pangkogabwilhan I meninjau langsung penerapan Water Treatment, yaitu pengolahan air parit menjadi air bersih yang layak konsumsi bagi masyarakat sekitar.

Rombongan juga menyaksikan uji coba penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menggunakan Bios 44 Organik. Uji coba tersebut menjadi bagian dari upaya mencari dan mengembangkan metode yang dapat mendukung penanganan Karhutla secara efektif serta menjaga kondisi tanah dan lingkungan.


Kegiatan ini sekaligus menunjukkan sinergi TNI-Polri, pemerintah daerah, akademisi dan instansi terkait dalam menghadirkan solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya keterbatasan akses air bersih dan ancaman Karhutla.

Kapolsek Rasau Jaya Iptu Sihar Lumbantoruan, S.H., turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama personel Polsek Rasau Jaya guna mendukung pengamanan dan kelancaran seluruh rangkaian kunjungan.

Tim Karhutla Polsek Rasau Jaya dan BKO Brimob Dapat Dukungan Psikologis dari SDM Mabes Polri


Rasau Jaya, 1 September 2026 — Tim Karhutla Polsek Rasau Jaya bersama personel BKO Brimob mendapat pelayanan dan dukungan psikologi dari Bagian Psikologi SDM Mabes Polri yang dilaksanakan di Mapolsek Rasau Jaya.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan dukungan psikologis, menjaga kondisi mental, serta meningkatkan semangat dan kesiapan personel yang selama ini melaksanakan tugas penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah hukum Polsek Rasau Jaya.

Dalam kegiatan tersebut, personel mengikuti sesi psikologi secara bersama dalam suasana santai dan terbuka. Dukungan ini diharapkan dapat membantu personel tetap fokus, tenang dan semangat dalam menjalankan tugas di lapangan.

Kegiatan berlangsung dengan aman, lancar dan penuh kebersamaan sebagai bentuk perhatian Polri terhadap kondisi personel yang bertugas di lapangan.

Pastikan Manfaat Bantuan Bermanfaat, Rombongan Polda Kalbar dan Polres Kubu Raya Sambangi Ponpes Darul Hidayah


Rasau Jaya — Kabid Propam Polda Kalbar, Kombes Pol. Irwan Masulin Ginting, S.I.K., M.M., melakukan peninjauan fasilitas di Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Hidayah dan Masjid DH Babul Khoir yang berlokasi di Desa Rasau Jaya Satu, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya. Kamis, 03/09/2026.

Dalam peninjauan tersebut, turut mendampingi Kasat Reskrim Polres Kubu Raya AKP Ambril, S.H., M.A.P., Kapolsek Rasau Jaya Iptu Sihar Lumbantoruan, S.H., Ps. Kanit Propam Polsek Rasau Jaya Aipda Sudrianto, serta Bhabinkamtibmas Desa Rasau Jaya Satu Aiptu Partono, bersama para pengurus masjid dan Ponpes Darul Hidayah.

Rombongan melihat langsung sarana kelayakan instalasi fasilitas air bersih bantuan dari Polri bertagline "Polri Untuk Masyarakat"—mulai dari peninjauan bak dan sumur bor, pengecekan mesin pompa air, hingga pengujian langsung debit dan ketersediaan air bersih di tempat wudu santri serta jemaah masjid.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian kepolisian dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dan fasilitas keagamaan di wilayah hukum Polda Kalbar, sekaligus mempererat jalinan silaturahmi dengan para tokoh agama serta masyarakat setempat.

Rabu, 02 September 2026

Bantu Masyarakat Terdampak Kemarau & Karhutla, Satbrimob Polda Kalbar Distribusikan Air Bersih Siap Minum di Rasau Jaya



RASAU JAYA – Satuan Brimob (Satbrimob) Polda Kalimantan Barat menggelar aksi kemanusiaan berupa pendistribusian air bersih layak konsumsi bagi warga yang terdampak musim kemarau dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Kubu Raya.

Kegiatan bantuan sosial tersebut dilaksanakan pada Kamis, 3 September 2026, bertempat di kawasan Tespam Desa Rasau Jaya Umum, Dusun Rasau Kota, RT 034 RW 006, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.


Dalam penanganan ini, Satbrimob Polda Kalbar menerjunkan Kendaraan Water Treatment khusus yang mampu mengolah air baku secara langsung menjadi air bersih dan higienis yang siap minum.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB. Pesisir jalan dipenuhi jajaran galon dan wadah penampungan air milik warga setempat yang mengantre dengan tertib. Personel Satbrimob Polda Kalbar bersama Polsek Rasau Jaya dan unsur terkait bahu-membahu membantu pengisian air bersih langsung ke galon-galon warga.


Aksi tanggap darurat dan kepedulian sosial ini merupakan wujud nyata komitmen Brimob Untuk Nusa dan Bangsa dengan semangat Dedikasi, Humanis, dan Responsif untuk meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok air bersih di tengah ancaman dampak kemarau dan Karhutla di Kalimantan Barat.


Dedikasi • Humanis • Responsif

#BrimobPoldaKalbar #PoldaKalbar #SatbrimobPoldaKalbar #BrimobUntukIndonesia #RasauJaya #KubuRaya #BantuanAirBersih #WaterTreatment #PeduliSesama #Karhutla #Kemarau2026

Siang hingga Malam, Personel Polsek Rasau Jaya dan BKO Brimob Berjibaku Tangani Karhutla


Rasau Jaya – Personel Polsek Rasau Jaya bersama tim penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) BKO Brimob terus melakukan upaya pemadaman dan pengendalian kebakaran di wilayah Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Rabu (2/9/2026).
Pada siang hari sekitar pukul 12.15 WIB, personel melaksanakan pemadaman dan pendinginan di wilayah Rasau Jaya Umum, Kecamatan Rasau Jaya. Kondisi di lokasi dipenuhi asap tebal sehingga jarak pandang cukup terbatas. Personel tetap melakukan penyemprotan untuk memadamkan titik api serta mencegah api kembali membesar dan meluas.
Selanjutnya, pada malam hari sekitar pukul 19.37 WIB, tim kembali bergerak melakukan pemadaman di No. 3 Jalan Damai, Desa Rasau Jaya Tiga. Personel berjibaku memadamkan kobaran api yang masih menyala dan melakukan penyekatan agar api tidak merambat ke area lainnya.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk kesiapsiagaan dan respons cepat Polsek Rasau Jaya dan BKO Brimob dalam penanganan Karhutla, sekaligus sebagai upaya melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak kebakaran.

Polsek Rasau Jaya hadir, bergerak cepat, dan terus berupaya mencegah api meluas demi keselamatan masyarakat.

Selasa, 01 September 2026

Karhutla Lintang Batang Nyaris Capai SPBU dan Rumah Warga, Kapolres-Bupati Turun Langsung


TBNEWSPOLRESKUBURAYA.ID - Kobaran kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Dusun Lintang Batang, Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, nyaris mencapai SPBU dan permukiman warga.

Asap tebal juga menyelimuti ruas Jalan Trans Kalimantan sehingga jarak pandang pengguna jalan menurun. Kondisi ini membuat penanganan karhutla di kawasan tersebut menjadi perhatian serius.

Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia bersama Bupati Kubu Raya Sujiwo turun langsung ke lokasi, Senin (31/8/2026), untuk meninjau upaya pemadaman yang dilakukan Tim Aman Nusa II Polres Kubu Raya bersama TNI, BNPB, pemadam kebakaran, relawan, dan masyarakat.

Keduanya bahkan ikut berada di lokasi lahan terbakar di belakang SPBU Lintang Batang saat petugas melakukan pendinginan untuk mencegah api kembali merambat.

Karhutla di kawasan tersebut berkobar sejak Minggu (30/8/2026). Vegetasi yang kering membuat api cepat membesar, diperparah tiupan angin yang membuat kobaran merambat ke area lain.

Api yang semakin mendekati rumah warga dan SPBU memaksa petugas bergerak cepat. Sejumlah warga sempat direlokasi dari rumah mereka yang diselimuti asap tebal. Petugas juga membantu menyelamatkan barang-barang penting milik warga dari ancaman api.

Situasi semakin berat karena sumber air di sekitar lokasi terbatas. Petugas harus bekerja ekstra untuk menjangkau titik api yang terus merambat ke lahan yang belum terbakar.

Petugas bekerja hingga dini hari

Upaya pemadaman tidak berhenti setelah kobaran utama berhasil dikendalikan. Petugas terus melakukan penyisiran dan pendinginan untuk memastikan bara yang masih tersisa tidak kembali menjadi api.

Dua unit mobil Armored Water Cannon (AWC) dikerahkan untuk membantu memasok air ke lokasi. Satu unit berasal dari Polres Kubu Raya dan satu lainnya dari Satuan Samapta Polda Kalimantan Barat.

Kedua kendaraan tersebut digunakan untuk melangsir air ke petugas agar dapat menjangkau titik-titik api yang minim sumber air.

Petugas bahkan masih melakukan pendinginan hingga berita ini diturunkan.

Sumber Air yang minim serta medan yang berat dan kepulan asap tebal membuat penanganan semakin menguras tenaga. Sejumlah petugas sempat tumbang setelah terpapar asap.

Ambulans yang bersiaga di lokasi langsung memberikan pertolongan, termasuk bantuan oksigen.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa ancaman karhutla di Lintang Batang bukan hanya soal lahan yang terbakar, tetapi juga menyangkut keselamatan warga dan petugas yang berada di garis depan penanganan.

Rumah warga ludes terbakar

Dalam peninjauan tersebut, Kapolres Kubu Raya dan Bupati Sujiwo juga mendatangi Kandar, warga Lintang Batang yang rumah dan kandang ternak ayam miliknya ludes terbakar.

Lokasi rumah tersebut berada tidak jauh dari SPBU Lintang Batang.

Kapolres dan Bupati berdialog dengan warga untuk mengetahui dampak kebakaran sekaligus mengajak masyarakat ikut membantu petugas mencegah api meluas.

Keduanya kemudian bersama personel gabungan meninjau sekaligus melakukan pendinginan di area lahan terbakar yang berada di belakang SPBU.

Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade mengatakan, proses pemadaman di Lintang Batang menghadapi sejumlah kendala.

"Proses pemadaman tidak mudah. Pasokan air sedikit. Selain itu, titik api semakin sulit dijangkau karena terus merambat ke lahan yang belum terbakar," kata Ade.

Menurut Kapolres, kondisi tersebut membuat petugas harus bekerja ekstra untuk mencegah api menjalar ke kawasan yang lebih luas.

Kapolres minta warga tidak membakar lahan

Kapolres Kubu Raya meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan dalam kondisi cuaca yang kering seperti saat ini.

Masyarakat juga diminta saling mengingatkan dan segera melaporkan aktivitas pembakaran kepada kepolisian.

"Polres Kubu Raya mengimbau kepada masyarakat untuk saling mengingatkan dan bersama-sama menjaga agar tidak melakukan pembakaran. Apabila ada yang melakukan pembakaran, tolong diingatkan atau dilaporkan kepada Polres Kubu Raya agar dapat segera dilakukan tindakan tegas," ujar Ade.

Kapolres menegaskan, karhutla yang terjadi di Kubu Raya telah menimbulkan keresahan karena mengancam keselamatan masyarakat dan mengganggu aktivitas warga.

"Karhutla yang ada di Kubu Raya sangat meresahkan dan berbahaya bagi semua warga Kubu Raya," katanya.

Kapolres juga mengingatkan pengguna Jalan Trans Kalimantan agar meningkatkan kewaspadaan karena asap tebal membuat jarak pandang berkurang.

"Pengguna Jalan Trans Kalimantan agar berhati-hati karena jarak pandang memendek akibat asap tebal dari karhutla," ujar Ade.

Kabut asap di kawasan Lintang Batang memang terpantau menyelimuti sejumlah ruas Trans Kalimantan.

Bupati: Penanganan harus kolaboratif

Bupati Kubu Raya Sujiwo mengatakan dampak karhutla terhadap kualitas udara sudah sangat mengkhawatirkan.

Ia menilai penanganan karhutla tidak dapat dibebankan kepada satu instansi. Pemerintah daerah, TNI-Polri, BNPB, pemadam kebakaran, relawan, dan masyarakat harus bergerak dalam satu langkah.

"Penanganan karhutla di Kabupaten Kubu Raya harus bersama-sama dan berkolaborasi," kata Sujiwo.

Menurut dia, kebakaran lahan tidak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Penyebab kebakaran masih diselidiki

Lahan yang terdampak kebakaran di kawasan Lintang Batang diperkirakan mencapai beberapa hektare. Data luasan masih dalam pendataan petugas di lapangan.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan intensif.

Petugas melakukan penelusuran untuk mengetahui sumber awal api dan faktor yang menyebabkan kobaran berkembang hingga mendekati permukiman dan SPBU.

Kawasan Lintang Batang menjadi titik krusial karena berada di jalur Trans Kalimantan. Asap tebal yang menutup ruas jalan telah mengganggu jarak pandang pengendara, sementara kobaran api berada dekat dengan permukiman dan fasilitas pengisian bahan bakar. Kondisi serupa juga dilaporkan sejumlah media pada 30–31 Agustus 2026.

Karena itu, setelah kobaran utama berhasil dikendalikan, petugas masih harus memastikan tidak ada bara yang tersisa di dalam lahan.

Pendinginan menjadi tahap penting untuk mencegah api kembali muncul dan merambat ke kawasan lain.

Penanganan karhutla di Lintang Batang melibatkan Tim Aman Nusa II Polres Kubu Raya, TNI, BNPB Kubu Raya, Satpol PP Kubu Raya, Pemadam Kebakaran swasta, relawan dan masyarakat setempat.

Kapolres dan Bupati Kubu Raya didampingi Kasat Reskrim Polres Kubu Raya AKP Ambril, Kapolsek Sungai Ambawang AKP Junaifi, Camat Sungai Ambawang Jurin, Kanit 2 Sat Reskrim Polres Kubu Raya Ipda M. Ilham Akbar, Kanit Reskrim Polsek Sungai Ambawang Ipda Stepanus Boni, personel Polsek Sungai Ambawang, Babinsa Desa Teluk Bakung serta unsur terkait lainnya.



Penulis : cpt_ltr2002
Editor : Aiptu Ade
follow up : web resmi Polres Kubu Raya ( tbnewspolreskuburaya.id)
Call Centre : 110