Sabtu, 31 Januari 2026

Police Line Terpasang di Karhutla Sungai Raya, Lahan Gambut 5 Hektare Jadi TKP


TBNEWSPOLRESKUBURAYA.ID, KUBU RAYA — Polres Kubu Raya melalui Polsek Sungai Raya melakukan pengecekan lokasi lahan terbakar sekaligus memasang police line di tempat kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (29/1/2026), dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Sungai Raya IPTU Lisan Pura, bersama personel Unit Reskrim Polsek Sungai Raya.

Pemasangan garis polisi dilakukan di Jalan Angkasa Pura, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, pada lahan dengan luas sekitar ±5 hektare. Hingga saat ini, pemilik lahan dan sumber api masih belum diketahui.

“Pemasangan police line ini dilakukan untuk mengamankan lokasi kebakaran agar tidak ada aktivitas yang dapat menghilangkan barang bukti serta untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Kapolsek Sungai Raya AKP Hariyanto melalui Kasubsi Penmas AIPTU Ade, Sabtu (31/1).

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, lahan yang terbakar merupakan lahan gambut tebal, dengan sebagian area ditanami kelapa sawit muda. Di lokasi juga ditemukan pondok atau hunian dalam kondisi kosong.

“Petugas masih mendapati kondisi lahan yang berasap dan di beberapa titik masih terdapat nyala api. Sumber air di sekitar lokasi sangat terbatas karena parit berada cukup jauh dari titik api,” jelas Ade.

Kondisi tersebut membuat proses pemadaman dan pendinginan menjadi lebih sulit, sehingga diperlukan pengawasan guna mencegah api kembali membesar atau meluas ke area lain.

Ade menegaskan, Polres Kubu Raya akan melakukan langkah-langkah lanjutan secara serius dan profesional. Di antaranya dengan mencari saksi-saksi, menelusuri pemilik lahan, serta mengungkap penyebab terjadinya kebakaran.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena tindakan tersebut melanggar hukum dan dapat dikenakan sanksi pidana.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah karhutla. Apabila mengetahui adanya kebakaran lahan atau aktivitas pembakaran, segera laporkan kepada pihak kepolisian,” pungkas Ade.





Penulis : Humas_cpt_ltr2002
Editor : Aiptu Ade
follow up : web resmi Polres Kubu Raya ( tbnewspolreskuburaya.id)
Call Centre : 110

Kamis, 29 Januari 2026

Tragis! Karyawan Peternakan Ayam di Kubu Raya Tewas Tersengat Listrik Saat Cas HP


TBNEWSPOLRESKUBURAYA.ID – Seorang karyawan peternakan ayam petelur di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, ditemukan meninggal dunia di dalam kamar istirahatnya. Korban diduga tewas akibat tersengat aliran listrik saat mengisi daya telepon genggam.

Korban diketahui bernama Desta Ramandus (18). Ia ditemukan tak bernyawa di kamar karyawan yang berada di area Peternakan Ayam Petelur PT Tata Mulia Fortuna, Jalan Madu Sari, Dusun Karya Baru, RT 001/RW 006, Desa Madu Sari, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

Peristiwa tragis itu terjadi pada Kamis (29/1/2026) sekitar pukul 12.40 WIB. Saat ditemukan, korban berada dalam posisi tengkurap di dalam kamar, sementara handphone yang sedang diisi daya ditemukan menempel di bagian dada kanan korban dalam kondisi terbakar.

Kapolsek Sungai Raya AKP Hariyanto melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, korban pertama kali ditemukan oleh rekan kerjanya yang merasa curiga karena korban tidak merespons saat dipanggil.

“Saksi awalnya memanggil korban, namun tidak ada jawaban. Karena curiga, saksi kemudian mendatangi kamar korban yang pintunya dalam keadaan setengah terbuka,” ujar Ade, Jumat (30/1/2026).

Saat masuk ke dalam kamar, saksi melihat korban sudah dalam posisi tengkurap. Upaya membangunkan korban tidak membuahkan hasil. Ketika tubuh korban dibalik, saksi mendapati luka bakar di bagian dada, warna kulit tubuh korban membiru, dan korban sudah tidak bernyawa.

“Saksi kemudian mencabut kabel charger handphone yang masih terhubung dengan korban. Saat itu handphone korban ditemukan melekat di dada sebelah kanan dalam kondisi terbakar,” jelasnya.

Melihat kondisi tersebut, rekan kerja korban langsung berteriak meminta pertolongan dan memanggil pemilik peternakan ayam. Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas Desa Madu Sari dan pihak keluarga korban.

Petugas gabungan dari Unit Inafis Satreskrim Polres Kubu Raya dan Polsek Sungai Raya mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta identifikasi awal. Kemudian jenazah korban dievakuasi ke RSUD Soedarso Pontianak menggunakan ambulans Desa Madu Sari untuk dilakukan Visum Et Repertum (VER).

“Korban dilakukan visum luar oleh pihak medis RSUD Soedarso. Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi terhadap jenazah,” kata Ade.

Setelah proses visum selesai, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Pihak kepolisian menyatakan hingga saat ini masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban, termasuk mengecek kondisi instalasi listrik dan alat pengisi daya yang digunakan korban.

“Dugaan sementara korban meninggal akibat tersengat listrik saat mengisi daya handphone. Namun demikian, kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan kronologis dan penyebab pasti kejadian tersebut,” tegas Ade.

Polisi juga menghimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan peralatan listrik, khususnya saat mengisi daya handphone. Masyarakat diminta memastikan kondisi kabel dan stop kontak dalam keadaan layak, tidak rusak, serta lingkungan sekitar aman dan kering guna mencegah terjadinya kejadian serupa di kemudian hari.




Penulis : Humas_cpt_ltr2002
Editor : Aiptu Ade
follow up : web resmi Polres Kubu Raya ( tbnewspolreskuburaya.id)
Call Centre : 110

Cerita Menerobos Bara: Nyawa di Ujung Selang


TBNEWSPOLRESKUBURAYA.ID - Matahari di atas langit Kalimantan tidak lagi berwarna kuning, melainkan oranye pucat yang terhalang jerebu. Di bawahnya, sebuah ekosistem sedang meregang nyawa. Suara ranting yang patah bukan karena injakan kaki, melainkan karena dilahap lidah api yang menari liar.

Di garis depan, tampak sosok-sosok dengan seragam yang tak lagi jelas warnanya, tertutup jelaga dan abu. Mereka adalah Tim Siaga Karhutla. Gabungan dari TNI-Polri yang tegap, personil BNPB dan Manggala Agni yang tak kenal lelah, hingga relawan pemadam swasta yang bergerak atas panggilan nurani.

Luka yang Tak Terucap
Visualisasikan, seorang petugas dari tim siaga karhutla. Tangannya gemetar saat menyambung pipa alkon. Di balik sarung tangan kainnya yang tipis, ada suban yang menusuk masuk hingga ke daging, namun ia tak sempat mengaduh. Di bawah kakinya, sepatu bot karetnya mulai melunak karena panasnya tanah gambut yang menyimpan bara sedalam dua meter.

"Api di atas bisa kami lihat, tapi api di dalam tanah? Itu yang mengincar nyawa kami," bisiknya sambil mengusap peluh yang bercampur abu hitam.

Kaki yang melepuh adalah "lencana" harian mereka. Namun, rasa sakit itu kalah oleh bayangan wajah di rumah. Ada istri yang menatap pintu setiap malam, ada anak-anak yang hanya bisa mencium bau asap dari seragam ayahnya saat pulang. Mereka tahu, setiap langkah maju ke arah titik api adalah pertaruhan nyawa demi memadamkan api yang mungkin bermula dari satu puntung rokok atau satu korek api yang ceroboh.

Benteng Terakhir Jantung Kehidupan
Mengapa mereka rela melakukan ini? Jawabannya ada di pemukiman yang hanya berjarak beberapa ratus meter dari lidah api.

Di sana, di balik jendela-jendela kayu yang tertutup rapat, ada para lansia yang berjuang setiap kali menarik napas. Ada anak-anak kecil yang dadanya kembang kempis, terancam oleh monster bernama ISPA. Udara yang seharusnya menjadi hak dasar untuk hidup, berubah menjadi racun mematikan karena keserakahan atau kelalaian manusia.

Tim Siaga Karhutla ini bukan hanya memadamkan api, mereka sedang menjaga detak jantung masyarakat. Mereka adalah filter manusia yang mencegah paru-paru generasi masa depan menghitam oleh asap.

Seruan di Balik Jerebu
Kita sering menyebut mereka pahlawan, tapi pahlawan pun bisa lelah. Mereka tidak butuh tepuk tangan saat api padam, mereka butuh tangan kita untuk berhenti menyulut api.

Hutan Kalimantan bukan sekadar lahan kosong yang bisa dibersihkan dengan cara instan. Ia adalah warisan. Setiap jengkal tanah yang terbakar oleh tangan tak bertanggung jawab adalah luka permanen bagi bumi.

Pesan untuk Kita
Saat Anda menghirup udara segar esok pagi, ingatlah ada seseorang di tengah hutan Kalimantan yang saat ini sedang sesak napas, berlumur lumpur, dan bertaruh nyawa agar asap itu tidak sampai ke paru-paru Anda.

Jangan biarkan perjuangan mereka berakhir sia-sia. Hutan adalah nafas kita. Menjaganya bukan hanya tugas mereka yang berseragam, tapi hutang kita pada masa depan.





Penulis : Humas_cpt_ltr2002
Editor : Aiptu Ade
follow up : web resmi Polres Kubu Raya ( tbnewspolreskuburaya.id)
Call Centre : 110

Cerita Menerobos Bara: Nyawa di Ujung Selang


TBNEWSPOLRESKUBURAYA.ID - Matahari di atas langit Kalimantan tidak lagi berwarna kuning, melainkan oranye pucat yang terhalang jerebu. Di bawahnya, sebuah ekosistem sedang meregang nyawa. Suara ranting yang patah bukan karena injakan kaki, melainkan karena dilahap lidah api yang menari liar.

Di garis depan, tampak sosok-sosok dengan seragam yang tak lagi jelas warnanya, tertutup jelaga dan abu. Mereka adalah Tim Siaga Karhutla. Gabungan dari TNI-Polri yang tegap, personil BNPB dan Manggala Agni yang tak kenal lelah, hingga relawan pemadam swasta yang bergerak atas panggilan nurani.

Luka yang Tak Terucap
Visualisasikan, seorang petugas dari tim siaga karhutla. Tangannya gemetar saat menyambung pipa alkon. Di balik sarung tangan kainnya yang tipis, ada suban yang menusuk masuk hingga ke daging, namun ia tak sempat mengaduh. Di bawah kakinya, sepatu bot karetnya mulai melunak karena panasnya tanah gambut yang menyimpan bara sedalam dua meter.

"Api di atas bisa kami lihat, tapi api di dalam tanah? Itu yang mengincar nyawa kami," bisiknya sambil mengusap peluh yang bercampur abu hitam.

Kaki yang melepuh adalah "lencana" harian mereka. Namun, rasa sakit itu kalah oleh bayangan wajah di rumah. Ada istri yang menatap pintu setiap malam, ada anak-anak yang hanya bisa mencium bau asap dari seragam ayahnya saat pulang. Mereka tahu, setiap langkah maju ke arah titik api adalah pertaruhan nyawa demi memadamkan api yang mungkin bermula dari satu puntung rokok atau satu korek api yang ceroboh.

Benteng Terakhir Jantung Kehidupan
Mengapa mereka rela melakukan ini? Jawabannya ada di pemukiman yang hanya berjarak beberapa ratus meter dari lidah api.

Di sana, di balik jendela-jendela kayu yang tertutup rapat, ada para lansia yang berjuang setiap kali menarik napas. Ada anak-anak kecil yang dadanya kembang kempis, terancam oleh monster bernama ISPA. Udara yang seharusnya menjadi hak dasar untuk hidup, berubah menjadi racun mematikan karena keserakahan atau kelalaian manusia.

Tim Siaga Karhutla ini bukan hanya memadamkan api, mereka sedang menjaga detak jantung masyarakat. Mereka adalah filter manusia yang mencegah paru-paru generasi masa depan menghitam oleh asap.

Seruan di Balik Jerebu
Kita sering menyebut mereka pahlawan, tapi pahlawan pun bisa lelah. Mereka tidak butuh tepuk tangan saat api padam, mereka butuh tangan kita untuk berhenti menyulut api.

Hutan Kalimantan bukan sekadar lahan kosong yang bisa dibersihkan dengan cara instan. Ia adalah warisan. Setiap jengkal tanah yang terbakar oleh tangan tak bertanggung jawab adalah luka permanen bagi bumi.

Pesan untuk Kita
Saat Anda menghirup udara segar esok pagi, ingatlah ada seseorang di tengah hutan Kalimantan yang saat ini sedang sesak napas, berlumur lumpur, dan bertaruh nyawa agar asap itu tidak sampai ke paru-paru Anda.

Jangan biarkan perjuangan mereka berakhir sia-sia. Hutan adalah nafas kita. Menjaganya bukan hanya tugas mereka yang berseragam, tapi hutang kita pada masa depan.





Penulis : Humas_cpt_ltr2002
Editor : Aiptu Ade
follow up : web resmi Polres Kubu Raya ( tbnewspolreskuburaya.id)
Call Centre : 110

Usai Dijinakkan, Police Line Membentang di Lahan Karhutla Kuala Mandor B


TBNEWSPOLRESKUBURAYA.ID – Polres Kubu Raya melalui jajaran Polsek Kuala Mandor B bergerak cepat melakukan pengecekan dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah terpantau sejumlah titik api melalui aplikasi pemantauan hotspot Lancang Kuning dan SIPONGI, Rabu (28/1/2026).

Berdasarkan hasil monitoring, terdeteksi 10 titik api di wilayah Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya. Titik-titik tersebut berada di dua lokasi berbeda dan sebagian besar berdekatan dalam satu hamparan lahan gambut yang kering.

Kapolsek Kuala Mandor B, IPDA Achmadal Gazali melalui Kasubsi Penmas, AIPTU Ade, mengatakan personel gabungan langsung diterjunkan ke lapangan untuk memastikan kondisi di lokasi sekaligus melakukan upaya pemadaman agar api tidak meluas.

“Begitu titik api terpantau di aplikasi Lancang Kuning dan SIPONGI, personel Polsek Kuala Mandor B bersama unsur terkait langsung mendatangi lokasi. Kami melakukan pemadaman, penyekatan, serta pendinginan untuk mencegah api meluas dan muncul kembali,” ujar Ade, Jumat (30/1/2026).

Dari hasil pengecekan di lapangan, tujuh titik api berada di Lokasi Munggu Mas, Dusun Jaya, Desa Sungai Enau, dengan luas lahan terbakar sekitar 2 hektare. Sementara tiga titik api lainnya berada di Parit Pak Laut, Dusun Tunas Harapan, Desa Kubu Padi, dengan luas sekitar 1,5 hektare.

Seluruh lokasi diketahui merupakan lahan gambut yang ditumbuhi semak belukar, rumput, pakis, serta pepohonan kecil. Kondisi tersebut membuat api cepat membesar dan sulit dipadamkan secara maksimal.

“Jenis tanah gambut dengan vegetasi kering menjadi tantangan utama di lapangan. Api bisa menjalar di bawah permukaan tanah dan berpotensi muncul kembali,” jelasnya.

Pemadaman melibatkan personel gabungan, di antaranya Kapolsek Kuala Mandor B, Camat Kuala Mandor B, kepala desa setempat, personel Polsek, Masyarakat Peduli Api (MPA), tim pemadaman perusahaan, serta warga sekitar.

Sebanyak 7 unit kendaraan roda dua dan 5 unit mesin Robin lengkap dengan selang dan nosel dikerahkan untuk mendukung proses pemadaman meski menghadapi sejumlah kendala seperti minimnya sumber air, jarak sumber air yang jauh, serta ketebalan gambut.

Setelah pemadaman, Personel melakukan pemasangan police line, pengawasan lanjutan, serta penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran dan pemilik lahan yang hingga kini masih belum diketahui.

Ade menegaskan bahwa Polres Kubu Raya tidak akan mentolerir segala bentuk pembakaran hutan dan lahan.

“Setiap perbuatan pembakaran hutan dan lahan merupakan tindak pidana serius. Polres Kubu Raya akan menindak tegas siapa pun yang dengan sengaja atau karena kelalaiannya melakukan pembakaran lahan, baik perorangan maupun korporasi,” tegas Ade.

Ia menjelaskan, pelaku pembakaran hutan dan lahan dapat dijerat dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 (lima belas) Tahun dan denda maksimal 5 (lima) miliar rupiah.

Polres Kubu Raya meminta agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar dan berperan aktif menjaga lingkungan. Segera laporkan apabila menemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan di wilayah masing-masing, khususnya di musim kemarau.





Penulis : Humas_cpt_ltr2002
Editor : Aiptu Ade
follow up : web resmi Polres Kubu Raya ( tbnewspolreskuburaya.id)
Call Centre : 110

Rabu, 28 Januari 2026

Misteri Terbakarnya 5 Hektar Lahan di Desa Sungai Malaya, Polisi Buru Pelakunya


TBNEWSPOLRESKUBURAYA.ID - Kepolisian Resor (Polres) Kubu Raya mulai melakukan langkah tegas dalam menangani kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang melanda di wilayah hukumnya. Sebuah lahan seluas kurang lebih 5 hektar di Dusun Kencana Utama, Desa Sungai Malaya, Kecamatan Sungai Ambawang, disegel polisi guna kepentingan penyelidikan mendalam.

Kegiatan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemasangan garis polisi (police line) ini dilakukan pada Rabu 28 Januari 2026 sekitar pukul 16.30 WIB. Langkah ini menjadi bukti keseriusan aparat dalam mengejar aktor di balik terbakarnya lahan gambut tersebut.

Prosesi sterilisasi lahan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Sungai Ambawang, IPTU Reyden Fidel Armada beserta personel Polsek Sungai Ambawang.

"Benar, kami telah melakukan olah TKP dan memasang garis polisi di lokasi kebakaran yang terletak di Dusun Kencana Utama RT. 003/RW. 004, Desa Sungai Malaya, Kecamatan Sungai Ambawang," ujar IPTU Reyden, Kamis (29/1/2026).

Berdasarkan pantauan di lapangan, lahan yang hangus terbakar diperkirakan mencapai luasan ± 5 hektar. Hingga saat ini, polisi masih mendata pemilik lahan yang diketahui merupakan warga yang berdomisili di sekitar Kecamatan Sungai Ambawang dan Kota Pontianak.

Secara terpisah, Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahardika melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade, menegaskan bahwa tindakan pemasangan police line ini bukan sekadar formalitas. Ade menyebut hal ini sebagai bagian dari prosedur hukum yang wajib dijalankan untuk menjaga keutuhan bukti di lapangan.

"Pemasangan garis polisi ini bertujuan agar status kuo lokasi terjaga. Tidak boleh ada aktivitas apa pun di atas lahan tersebut selama proses penyidikan berlangsung. Ini penting agar tim penyidik dapat mencari titik api pertama serta mengumpulkan bukti-bukti materiil lainnya," tegas Ade.

Polres Kubu Raya memastikan tidak akan main-main dalam menindak pelaku pembakar lahan, baik yang dilakukan secara sengaja maupun akibat kelalaian.

"Saat ini tim sedang melakukan penyelidikan mendalam. Kami akan memanggil saksi-saksi dan pemilik lahan untuk dimintai keterangan. Jika ditemukan unsur kesengajaan, maka proses hukum akan dilanjutkan sesuai dengan undang-undang yang berlaku," tutupnya.







Penulis : Humas_cpt_ltr2002
Editor : Aiptu Ade
follow up : web resmi Polres Kubu Raya ( tbnewspolreskuburaya.id)
Call Centre : 110

Sidokes Polres Kubu Raya Berikan Layanan Kesehatan Gratis bagi Tim Siaga Karhutla


TBNEWSPOLRESKUBURAYA.ID – Guna memastikan kondisi fisik personel tetap prima di tengah paparan asap dan cuaca ekstrem, Seksi Dokter dan Kesehatan (Sidokes) Polres Kubu Raya melakukan pengecekan kesehatan berkala serta pemberian obat-obatan secara gratis kepada Tim Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Kamis (29/1/2026).

Langkah proaktif ini diambil mengingat intensitas kerja tim di lapangan yang cukup tinggi dan berisiko terpapar ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) serta kelelahan fisik akibat suhu panas saat pemadaman api.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan ini meliputi pengecekan tekanan darah, pemeriksaan fisik singkat, serta konsultasi keluhan kesehatan. Adapun tujuan utama dari kegiatan ini adalah:

Deteksi Dini: Mengidentifikasi gejala awal gangguan kesehatan akibat paparan asap dan dehidrasi.

Menjaga Kesiapsiagaan: Memastikan seluruh personel dalam kondisi layak tugas (fit to work) untuk merespons titik api sewaktu-waktu.

Distribusi Suplemen: Memberikan vitamin dan obat-obatan pendukung untuk meningkatkan sistem imun tubuh personel selama masa tanggap darurat Karhutla.

Kapolres Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika, melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya menjelaskan bahwa kesehatan personel merupakan prioritas utama dalam keberhasilan penanganan Karhutla di wilayah hukum Polres Kubu Raya.

"Kegiatan ini merupakan bentuk perhatian pimpinan terhadap keselamatan dan kesehatan anggota di lapangan. Tim Siaga Karhutla bekerja dalam kondisi yang sangat berat, mereka berhadapan langsung dengan api dan asap yang pekat. Oleh karena itu, pengecekan rutin ini penting agar tidak ada personel yang memaksakan diri jika kondisi fisiknya sedang menurun," ujar Ade.

Ade juga menambahkan bahwa pemberian obat dan vitamin gratis ini tidak hanya diperuntukkan bagi anggota Polri, tetapi juga menyasar relawan dan pihak terkait yang tergabung dalam tim gabungan.

"Tujuannya jelas, kami ingin memastikan sinergitas di lapangan tetap kuat yang didukung oleh fisik yang sehat. Jika personel sehat, maka upaya pemadaman dan pencegahan Karhutla dapat berjalan lebih efektif dan maksimal," tutupnya.




Penulis : Humas_cpt_ltr2002
Editor : Aiptu Ade
follow up : web resmi Polres Kubu Raya ( tbnewspolreskuburaya.id)
Call Centre : 110

Selasa, 27 Januari 2026

ANTISIPASI KEBAKARAN SUSULAN, PERSONIL POLSEK RASAU JAYA LAKUKAN PATROLI PENGECEKAN LAHAN BEKAS KARHUTLA.

Rasau Jaya - Personel Polsek Rasau Jaya melaksanakan patroli dan pengecekan lokasi bekas lahan yang terbakar yang berlokasi di Dusun Sangkar Mas Desa Rasau Jaya Tiga Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya. Selasa, 27/01/2026.

Kegiatan patroli dan pengecekan tersebut dilaksanakan guna memastikan tidak adanya titik api yang masih aktif serta sebagai langkah antisipasi terhadap potensi terjadinya kebakaran susulan di lokasi dimaksud.

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, diketahui bahwa api pada lahan bekas terbakar telah dinyatakan padam, serta tidak ditemukan adanya titik api maupun indikasi kebakaran baru. Situasi di lokasi terpantau dalam keadaan kondusif.

(Humas Polsek Rasau Jaya)

Polisi Ringkus Komplotan "Bajak Laut" di Kubu Raya, Modus Incar Mesin Speedboat Milik Instansi


TBNEWSPOLRESKUBURAYA.ID – Unit Reskrim Polsek Sungai Ambawang bersama Tim Macan Raya Polres Kubu Raya berhasil membongkar praktik pencurian spesialis jalur air atau yang dikenal sebagai aksi "bajak laut".

Komplotan ini menyasar aset berharga di perairan Simpang Pekong, Desa Simpang Kanan, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya. Salah satu korbannya adalah Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan 1.

Kapolsek Sungai Ambawang, Iptu Reyden Fidel Armada, menjelaskan bahwa pengungkapan ini bermula dari laporan kepolisian bernomor LP/B/19/XII/2025/SPKT/Polsek Ambawang yang dilayangkan pihak BWS pada 14 Desember 2025.

Setelah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan serangkaian penyelidikan, polisi berhasil mengamankan seorang pria berinisial ADP (30).

"Kami mengamankan ADP yang diduga kuat sebagai salah satu eksekutor. Hal ini diperkuat dengan bukti percakapan di ponsel pelaku yang berencana membawa mesin hasil curian ke wilayah Sintang," ujar Reyden dalam konferensi pers, Senin (26/1/2026).

Hasil pemeriksaan mengungkap bahwa komplotan ini bekerja secara terorganisir. Para pelaku diduga mendapatkan dukungan dana dari seorang pemodal untuk melancarkan aksinya.

Modal Operasional: Rp 1 juta hingga Rp 3 juta per aksi.

Upah Pelaku: Rp 1 juta hingga Rp 2 juta per orang setelah barang terjual.

Hasil curian sebagian besar dilempar ke Kabupaten Sintang dan beberapa wilayah luar daerah lainnya.

"Barang bukti utama yang kami amankan adalah mesin speedboat milik BWS Kalimantan 1. Modusnya, mereka bergerak lewat jalur sungai dan sudah memetakan target," tambah Reyden.

Meski satu tersangka telah diamankan, pihak kepolisian masih memiliki pekerjaan rumah besar. Saat ini, terdapat lima orang lainnya yang telah ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Iptu Reyden menegaskan bahwa para pelaku yang masih buron tersebut merupakan pemain lama dalam tindak kriminalitas air.

"Ada lima orang lagi yang masih kami buru. Mayoritas dari mereka adalah residivis. Kami pastikan tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan di wilayah hukum kami," tegasnya.

Selain ADP, empat tersangka lain yang berkaitan dengan jaringan ini, yakni AI, IA, UN, dan SI, saat ini telah ditahan oleh Gakkum Direktorat Polairud Polda Kalimantan Barat untuk pengembangan lebih lanjut.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat pesisir dan pengguna jalur air untuk tetap waspada. Warga diminta segera melapor ke Polsek Sungai Ambawang atau Polres Kubu Raya jika menemukan aktivitas mencurigakan di wilayah perairan.



Penulis : Humas_cpt_ltr2002
Editor : Aiptu Ade
follow up : web resmi Polres Kubu Raya ( tbnewspolreskuburaya.id)
Call Centre : 110

Bertaruh Nyawa Lawan Asap, Tim Siaga Karhutla Akhirnya 'Zerokan' Api di Kabupaten Kubu Raya


TBNEWSPOLRESKUBURAYA.ID – Kerja keras Tim Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Kubu Raya akhirnya membuahkan hasil signifikan. Berdasarkan pantauan terbaru hari ini, Selasa (27/1/2026), seluruh titik api (hotspot) di sembilan kecamatan di wilayah tersebut berhasil "zero" atau dipadamkan sepenuhnya.

Keberhasilan ini menjadi angin segar bagi warga Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat yang sempat dibayangi ancaman kabut asap pekat. Upaya pemadaman maraton yang dilakukan petugas di lapangan merupakan respons tegas terhadap dampak buruk asap yang mengancam kesehatan masyarakat, akibat ulah oknum tidak bertanggung jawab yang melakukan pembakaran lahan secara ilegal.

Berdasarkan data yang dihimpun dari aplikasi pemantauan titik api lancangkuning.net, situasi di Kabupaten Kubu Raya saat ini menunjukkan status nihil titik api. Kondisi cuaca di lapangan tercatat cerah berawan dengan suhu udara rata-rata mencapai 29°C.

Meskipun kelembaban udara berada di angka 66% dengan arah angin dominan bertiup dari Timur Laut yang biasanya berpotensi memicu penyebaran api, kesiapsiagaan tim di titik-titik rawan berhasil menjaga situasi tetap terkendali.

Kapolres Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika, melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi personel di lapangan yang terdiri dari TNI-Polri, Manggala Agni, BPBD, serta relawan pemadam kebakaran.

"Keberhasilan zero titik api ini adalah bukti bahwa sinergi di lapangan tidak sia-sia. Anggota kami dan seluruh tim gabungan telah bekerja maksimal, bertaruh tenaga demi memastikan masyarakat tidak lagi menghirup asap sisa kebakaran," ujar Ade.

Kendati demikian, pihak Kepolisian menghimbau agar keberhasilan ini tidak membuat semua pihak lengah. Kapolres Kubu Raya menegaskan harapan agar tidak ada lagi kemunculan titik api baru yang dipicu oleh faktor manusia.

"Bapak Kapolres Kubu Raya sangat berharap titik api tidak muncul kembali. Kami juga meminta kerja sama masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Tim Siaga Karhutla akan terus melakukan patroli rutin dan pemantauan ketat guna memastikan Kubu Raya tetap bebas dari karhutla," tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, Tim Siaga Karhutla masih terus melakukan mitigasi dan sosialisasi di daerah-daerah rawan gambut untuk mengantisipasi perubahan cuaca yang ekstrim.



Penulis : Humas_cpt_ltr2002
Editor : Aiptu Ade
follow up : web resmi Polres Kubu Raya ( tbnewspolreskuburaya.id)
Call Centre : 110

Minggu, 25 Januari 2026

Tanpa Plat Nomor! Ini Daftar 6 Motor yang Diciduk Polres Kubu Raya Saat Balap Liar


TBNEWSPOLRESKUBURAYA.ID – Aksi balap liar di Jalan Angkasa Pura, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, berakhir di tangan kepolisian. Sebanyak 6 unit sepeda motor beserta joki dan pemiliknya berhasil diamankan jajaran Polres Kubu Raya pada Minggu (25/1/2026).

Penangkapan ini bermula dari "curhatan" warga yang resah. Masyarakat melaporkan aksi adu kecepatan ilegal tersebut melalui pesan singkat (DM) Instagram Bupati Kubu Raya, Sujiwo, yang terintegrasi dengan akun resmi Polres Kubu Raya.

Menariknya, aksi penggerebekan ini dilakukan oleh personel yang tengah berjuang memadamkan api Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Kubu Raya, AKP Samidi, petugas bergerak cepat menuju lokasi setelah menerima laporan warga.

"Menindaklanjuti laporan itu, personel yang saat itu tengah melaksanakan pemadaman api karhutla langsung meluncur ke lokasi dan berhasil menghentikan aksi para pelaku balap liar," ujar Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, dalam keterangan resminya, Senin (26/1/2026).

Sempat terjadi ketegangan saat petugas tiba di lokasi. Namun, polisi berhasil meredam situasi dan menggiring para pemuda beserta kendaraan mereka yang rata-rata tidak dilengkapi plat nomor (TNKB).

*Daftar Motor yang Disita*
Polisi merinci enam kendaraan yang diamankan sebagai barang bukti, mayoritas dalam kondisi "trondol" atau tanpa identitas resmi:

Vario 150 Hijau (Tanpa TNKB) – Pemilik HN, Joki AA.

Mio KB 3151 WV – Pemilik & Joki AT.

Jupiter Merah (Tanpa TNKB) – Pemilik DS, Joki RA.

Megapro Hitam (Tanpa TNKB) – Pemilik DS, Joki YN.

F1ZR Putih (Tanpa TNKB) – Pemilik DS, Joki YN.

Jupiter Biru (Tanpa TNKB) – Pemilik DS, Joki YN.

Kapolres Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan toleransi bagi pelaku balap liar yang mengabaikan keselamatan publik.

"Saat ini seluruh kendaraan dan pelaku tengah menjalani proses penyelidikan mendalam. Kami tidak hanya melakukan penindakan hukum secara administratif, tetapi juga langkah pembinaan intensif. Kami telah memanggil para orang tua agar mereka mengetahui aktivitas berbahaya yang dilakukan anak-anak mereka," tegas Ade.

Ade menambahkan bahwa aksi balap liar adalah perilaku egois yang mempertaruhkan nyawa banyak orang.

"Tindakan tegas ini adalah bentuk komitmen kami untuk menekan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas. Balap liar bukan hanya pelanggaran hukum, tapi juga tindakan yang merugikan diri sendiri dan merampas hak pengguna jalan lain atas rasa aman. Kami meminta sinergi dari orang tua dan lingkungan, jangan tunggu ada nyawa melayang baru ada penyesalan. Kami akan terus memantau titik-titik rawan agar peristiwa serupa tidak terulang," pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, keenam motor tersebut masih diamankan di Mapolres Kubu Raya guna kepentingan pemeriksaan lebih lanjut terkait kelengkapan surat-menyurat dan dugaan pelanggaran pidana lalu lintas lainnya.



Penulis : Humas_cpt_ltr2002
Editor : Aiptu Ade
follow up : web resmi Polres Kubu Raya ( tbnewspolreskuburaya.id)
Call Centre : 110

Tragedi KM 19 Trans Kalimantan: Hilang Kendali di Tikungan, Pemotor Tewas Hantam Truk


TBNEWSPOLRESKUBURAYA.ID - Kecelakaan maut kembali terjadi di jalur tengkorak Jalan Trans Kalimantan KM 19, Desa Korek, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Minggu (25/1/2026) siang. Seorang pengendara sepeda motor dilaporkan tewas di tempat setelah gagal mengendalikan kendaraannya di tikungan dan menghantam sebuah truk dari arah berlawanan.

Kecelakaan yang terjadi sekira pukul 11.00 WIB ini melibatkan sepeda motor Honda dengan nomor polisi KB 4879 MK yang dikendarai oleh Sutakim (61) membonceng Rizki Permata Putri (21), serta truk KB 8961 HEA yang dikemudikan Haryat Sedia Hartono (62).

Peristiwa bermula saat truk yang dikemudikan Haryat melaju dari arah Pontianak menuju luar kota. Namun, setibanya di tikungan tajam KM 19 Desa Korek, petaka datang dari arah berlawanan.

Kasat Lantas Polres Kubu Raya, Iptu Judi Effendhy melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade memberikan keterangan resmi mengenai detik-detik kecelakaan tragis tersebut berdasarkan pemeriksaan saksi dan pengemudi truk di lapangan.

"Berdasarkan keterangan saksi di TKP, saat mobil truk melintas di KM 19 tikungan Desa Korek, tiba-tiba muncul sepeda motor yang dikendarai korban dari arah berlawanan. Motor tersebut diduga hilang kendali hingga posisinya melebar ke jalur truk," ujar Ade dalam keterangan resminya, Senin (26/1/2026).

Akibat jarak yang sudah terlalu dekat, benturan keras tak terelakkan. Sepeda motor tersebut langsung menghantam bagian depan truk.

Benturan hebat itu menyebabkan pengendara motor, Sutakim, mengalami luka fatal dan dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, penumpangnya, Rizki Permata Putri, berhasil selamat namun harus dilarikan ke rumah sakit terdekat karena mengalami sejumlah luka-luka.

"Pengendara motor atas nama Sutakim meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan penumpangnya atas nama Rizki Permata Putri saat ini sedang menjalani perawatan medis akibat luka-luka yang diderita," tambah Ade.

Pihak Satlantas Polres Kubu Raya saat ini telah mengamankan barang bukti kendaraan dan melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Polisi juga kembali mengingatkan masyarakat untuk ekstra waspada saat melintasi jalur Trans Kalimantan, terutama di titik-titik tikungan tajam yang rawan kecelakaan.

"Kami menghimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu menjaga konsentrasi dan mengatur kecepatan, terutama saat melintasi tikungan yang memiliki blind spot. Keselamatan adalah yang utama," pungkasnya.




Penulis : Humas_cpt_ltr2002
Editor : Aiptu Ade
follow up : web resmi Polres Kubu Raya ( tbnewspolreskuburaya.id)
Call Centre : 110

Gercep! Bupati Sujiwo dan Polres Kubu Raya Bubarkan Balap Liar di Angkasa Pura


TBNEWSPOLRESKUBURAYA.ID - Polres Kubu Raya bergerak cepat menertibkan aksi balap liar di Jalan Angkasa Pura, Kecamatan Sungai Raya. Langkah tegas ini diambil kepolisian setelah masyarakat mengadu langsung kepada Bupati Kubu Raya, Sujiwo, melalui media sosial Instagram.

Bupati Sujiwo memberikan apresiasi tinggi atas respons kilat personel kepolisian. Menurutnya, tindakan tersebut menjawab keresahan warga yang terganggu oleh aktivitas berbahaya tersebut.

"Sore ini saya dapat dua laporan dari masyarakat di sosmed, sore tadi juga langsung dilakukan penertiban oleh teman-teman dari Polres Kubu Raya bersama Polsek Sungai Raya. Gerak cepat yang sangat luar biasa dan patut kami apresiasi," ujar Sujiwo kepada awak media kemarin sore.

Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahardika, melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menoleransi aksi balap liar di wilayah hukumnya. Polisi memastikan bakal mengambil tindakan tegas demi menjamin keselamatan publik.

"Kami tegaskan bahwa Polres Kubu Raya akan menindak tegas setiap aksi balap liar. Aktivitas ini sangat mengganggu keselamatan pengguna jalan lain dan menciptakan risiko kecelakaan yang fatal," tegas Aiptu Ade dalam keterangannya, Senin (26/1/2026).

Selain faktor keselamatan, Ade juga menyoroti penggunaan knalpot tidak standar atau knalpot brong yang kerap digunakan para pelaku balap liar. Suara bising tersebut dinilai sangat mengganggu kenyamanan warga sekitar.

"Kebisingan dari suara knalpot brong ini sangat meresahkan warga. Bapak Kapolres Kubu Raya berkomitmen untuk terus melakukan penertiban secara rutin agar ketertiban masyarakat tetap terjaga," imbuhnya.

Senada dengan kepolisian, Bupati Sujiwo juga meminta para orang tua untuk lebih proaktif mengawasi anak-anak mereka agar tidak terjerumus dalam aksi yang merugikan tersebut.

"Mohon kiranya ini menjadi perhatian bagi semua. Masih banyak aktivitas positif yang bisa dilakukan selain balap liar. Peran orang tua juga mesti diperkuat agar anak-anaknya terhindar dari aktivitas yang membahayakan keselamatan," tegas Sujiwo.


Penulis : Humas_cpt_ltr2002
Editor : Aiptu Ade
follow up : web resmi Polres Kubu Raya ( tbnewspolreskuburaya.id)
Call Centre : 110

Polsek Rasau Jaya Laksanakan Pendinginan Lanjutan di Lahan Bekas Terbakar

Rasau Jaya – Personel Polsek Rasau Jaya melaksanakan kegiatan pemantauan sekaligus upaya pendinginan/pembasahan lanjutan di lokasi lahan bekas terbakar yang berlokasi di Jl. Cakrawala, Dusun Sangkar Mas, Desa Rasau Jaya Tiga, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya. Minggu, 25 Januari 2026.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kanit Binmas Polsek Rasau Jaya, Ipda Rudi Syafrudin Suot, bersama AIPTU Partono, BRIGPOL Welly Kumambang, BRIPTU Alpredo P. Samosir, dan BRIPDA Rudi Pramono.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kondisi api telah berhasil dipadamkan dan tidak ditemukan adanya titik api aktif. Namun demikian, petugas masih menemukan asap tipis di beberapa titik lahan gambut, sehingga dilakukan penyiraman lanjutan guna mencegah potensi kebakaran kembali.

Secara keseluruhan, situasi di lokasi lahan bekas terbakar terpantau kondusif.

(Humas Polsek Rasau Jaya)

Sabtu, 24 Januari 2026

Kubu Raya Membara! Tim Gabungan Baku Hantam Padamkan 24 Titik Api, Lahan 9 Hektar Disegel Police Line


TBNEWSPOLRESKUBURAYA.ID - Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, kembali menghadapi ancaman serius Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Tim Siaga Karhutla kini tengah berjibaku di lapangan demi menjinakkan si jago merah yang tersebar di 24 titik api kategori medium di empat kecamatan berbeda.

Berdasarkan data pantauan lapangan pada Sabtu (24/1/2026), sebaran titik api tersebut meliputi 6 titik di Kecamatan Sungai Raya, 2 titik di Sungai Ambawang, 12 titik di Sungai Kakap, dan 4 titik di Kuala Mandor B. Cuaca ekstrem yang cerah berawan dengan suhu mencapai 28°C serta kelembaban rendah 68% membuat api kian mudah menjalar, ditambah tiupan angin dominan dari Timur Laut.

Kapolres Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika, melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade, menegaskan bahwa tidak ada kata istirahat bagi Tim Siaga Karhutla. Perintah pemadaman total telah diinstruksikan guna menjamin keamanan, kesehatan, serta stabilitas ekonomi masyarakat.

"Bapak Kapolres memberikan perintah tegas kepada seluruh personel di lapangan untuk terus melakukan pemadaman dan pendinginan tanpa henti. Ini bukan sekadar memadamkan api, tapi menjaga napas masyarakat, melindungi kesehatan anak-anak kita, para lansia, dunia pendidikan dan memastikan roda ekonomi serta transportasi darat, laut, udara tanpa gangguan kabut asap," ujar Ade dalam keterangan resminya.

Pantau Siang-Malam Keseriusan penanganan Karhutla ini dibuktikan dengan turunnya langsung Bupati Kubu Raya, Sujiwo, bersama Kapolres ke titik-titik lokasi kebakaran. Keduanya memantau langsung proses pemadaman dan pendinginan lahan gambut yang sangat sulit dijinakkan.

Tim Siaga yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, hingga relawan Damkar swasta, dilaporkan bekerja marathon siang dan malam. Hingga berita ini diturunkan, tim masih berada di lokasi untuk memastikan api tidak kembali muncul dari dalam permukaan tanah.

Ketegasan hukum mulai ditegakkan. Pada Jumat (23/1/2026), Bupati Sujiwo didampingi Wakapolres Kubu Raya melakukan inspeksi mendadak ke Desa Punggur Kecil. Di sana, petugas langsung memasang police line (garis polisi) pada lahan yang hangus terbakar.

Pemasangan garis polisi ini dilakukan di atas lahan yang diperkirakan mencapai 8 hingga 9 hektar untuk menjaga status quo Tempat Kejadian Perkara (TKP). Langkah ini diambil sebagai bagian dari penyelidikan intensif untuk mengungkap dalang di balik pembakaran tersebut.

"Pemda, kepolisian, dan seluruh stakeholder terkait tidak akan tinggal diam. Lahan ini terbakar akibat tangan-tangan tidak bertanggung jawab. Kami akan tindak tegas sesuai hukum yang berlaku bagi siapa pun yang sengaja membakar lahan," tegas Ade.

Seiring meningkatnya intensitas Karhutla, kualitas udara di wilayah Kubu Raya kini menunjukkan indikator kuning atau tidak sehat. Masyarakat dihimbau untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan menjaga kondisi fisik. 

Kemudian berdasarkan Surat Keputusan Bupati Kubu Raya Nomor 46/BPBD/2026, kini Kabupaten Kubu Raya berstatus Siaga Darurat Bencana Kabut Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan yang telah ditetapkan sejak tanggal 15 Januari 2026.    

"Kami mohon masyarakat jangan melakukan tindakan melanggar hukum seperti membakar lahan. Jika melihat kepulan asap atau mengetahui adanya pelaku pembakaran, segera lapor kepada kami. Informasi sekecil apapun sangat berharga untuk keselamatan kita bersama," tutup Ade.

   


Penulis : Humas_cpt_ltr2002
Editor : Aiptu Ade
follow up : web resmi Polres Kubu Raya ( tbnewspolreskuburaya.id)
Call Centre : 110

Kamis, 22 Januari 2026

Peluncuran PPA-PPO Tuai Dukungan Penuh MenPAN-RB, Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

Jakarta — Peresmian Direktorat Reserse serta Satuan Reserse Pelindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) Polri menuai dukungan penuh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini sebagai langkah konkret negara memperkuat perlindungan bagi perempuan, anak, dan kelompok rentan.

Menurut Rini, pembentukan Direktorat Reserse dan Satuan Reserse PPA-PPO merupakan peningkatan signifikan dari unit yang selama ini menangani kekerasan terhadap perempuan, anak, dan kelompok rentan. Rini menilai, kehadiran struktur khusus ini dinilai mampu memperkuat fungsi perlindungan sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepolisian yang lebih dekat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Apa yang dilakukan Polri merupakan upaya nyata mendekatkan layanan birokrasi kepada masyarakat. Tata kelola pemerintahan tidak boleh berhenti di balik meja, tetapi harus dirasakan langsung manfaatnya oleh publik,” ujar Rini saat menghadiri peresmian Direktorat Reserse PPA-PPO di Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Rini menegaskan, penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak serta tindak pidana perdagangan orang tidak cukup hanya mengedepankan penegakan hukum. Aparat penegak hukum dituntut menerapkan pendekatan yang berperspektif korban, ramah, dan manusiawi sejak tahap pelaporan hingga proses pendampingan dan pemulihan.

Karena itu, Rini menekankan pentingnya pengisian Direktorat Reserse dan Satuan Reserse PPA-PPO dengan sumber daya manusia yang kompeten, profesional, dan inklusif. Personel diharapkan mampu memahami kerentanan korban, memperlakukan mereka secara bermartabat, serta memastikan layanan yang adil dan tidak diskriminatif.

“Direktorat dan satuan ini harus diisi oleh aparatur yang memiliki sensitivitas, integritas, dan kemampuan untuk hadir melindungi kelompok rentan secara utuh,” tegasnya.

Rini berharap, kehadiran Direktorat Reserse dan Satuan Reserse PPA-PPO dapat meningkatkan rasa aman perempuan, anak, dan kelompok rentan, sekaligus memperkuat sistem penegakan hukum yang berkelanjutan dan berorientasi pada perlindungan korban, tidak hanya dalam proses penyidikan tetapi juga dalam pemulihan dan reintegrasi sosial.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi melaunching Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) di 11 Polda serta 22 pada tingkat Polres, di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (21/1).

Pembentukan Direktorat dan Satuan Reserse PPA-PPO merupakan wujud komitmen Polri dalam menjawab kebutuhan dan keresahan masyarakat. Selain itu, Direktorat Reserse PPA-PPO dinilai sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada penguatan kesetaraan gender, sekaligus membuka ruang pengembangan karier yang lebih luas bagi polisi wanita (Polwan).

Direktorat Reserse dan Satuan Reserse PPA-PPO diharapkan menjadi tonggak penting transformasi kelembagaan Polri yang berperspektif gender serta penguatan perlindungan perempuan dan anak, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Sumber : https://humas.polri.go.id/news/detail/2253456-peluncuran-ppa-ppo-tuai-dukungan-penuh-menpan-rb-perkuat-perlindungan-perempuan-dan-anak

Status Udara Kubu Raya Memburuk, Kapolres Kubu Raya Terjunkan Tim Pemadam ke 9 Kecamatan


TBNEWSPOLRESKUBURAYA.ID – Langit Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, tak lagi cerah pada pagi hari. Meski kalender menunjukkan puncak musim hujan, Kamis, 22 Januari 2026. Polusi udara justru menyentuh level mengkhawatirkan. Konsentrasi partikulat halus (PM2,5) yang di kelaurkan oleh BMKG pada pukul 08.00 WIB dilaporkan meningkat tajam, mengubah udara menjadi ancaman bagi kesehatan warga pada pagi hari.

Merespons memburuknya kualitas udara akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Polres Kubu Raya mengeluarkan peringatan keras bagi warga yang masih nekat membuka lahan dengan cara membakar.

Kapolres Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika, melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade, menegaskan bahwa kepolisian tidak akan mentoleransi tindakan yang merugikan kepentingan publik. Saat ini, Tim Siaga Karhutla tengah bertempur di lapangan untuk menjinakkan api yang melalap lahan kosong di hampir seluruh penjuru kabupaten Kubu Raya.

"Tim Siaga Karhutla bekerja siang dan malam tanpa henti. Saat ini personil masih melakukan pemadaman serta pendinginan di sejumlah titik api yang tersebar di Kecamatan Sungai Raya, Kuala Mandor B, Rasau Jaya, hingga Sungai Kakap," ujar Aiptu Ade dalam keterangan resminya.

Tidak hanya di wilayah penyangga kota, titik api juga terpantau di Kecamatan Sungai Ambawang, Kubu, Batu Ampar, hingga Teluk Pakedai. Medan yang sulit dan cuaca yang tak menentu menjadi tantangan utama petugas di lapangan.

Menurut Ade, kerja keras petugas di lapangan memiliki tujuan tunggal, memastikan masyarakat bisa kembali menghirup udara bersih dan mencegah meluasnya dampak kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lansia.

"Tim Siaga Karhutla bekerja untuk memastikan api tidak merembet ke pemukiman warga. Namun, upaya ini akan sia-sia jika kesadaran masyarakat masih rendah," tambahnya.

Pihak kepolisian mengingatkan bahwa membakar hutan dan lahan adalah tindak pidana serius. Pelaku dapat dijerat dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dengan ancaman penjara maksimal 10 tahun dan denda miliaran rupiah.

"Jangan mencoba-coba melawan hukum. Kami akan bertindak tegas demi keselamatan bersama. Udara bersih adalah hak setiap warga dan kami di sini untuk menjaganya," tegas Ade.



Penulis : Humas_cpt_ltr2002
Editor : Aiptu Ade
follow up : web resmi Polres Kubu Raya ( tbnewspolreskuburaya.id)
Call Centre : 110

PASTIKAN TIDAK TERJADI KEBAKARAN ULANG, PERSONIL GABUNGAN TERUS LAKUKAN PEMBASAHAN DAN PENDINGINAN AREAL.

Rasau Jaya – Personel Polsek Rasau Jaya bersama Babinsa dan tim Pemadam Kebakaran (Damkar) PT. PLD (Putra Lirik Domas) melaksanakan kegiatan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada Rabu, 21 Januari 2026. Kegiatan pemadaman tersebut dimulai sejak siang hingga sore hari, yang berlokasi di Desa Pematang Tujuh Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya. 

Dalam upaya pemadaman, petugas menggunakan mesin pompa air serta dibantu alat berat berupa excavator milik PT. PLD guna melakukan penyekatan dan mempercepat proses pemadaman api agar tidak meluas ke area lainnya.

Adapun lokasi kebakaran berada di wilayah perbatasan Desa Punggur Besar, Kecamatan Sungai Kakap, dengan jarak kurang lebih ± 300 meter dari lokasi pemadaman, serta berbatasan langsung dengan lahan perkebunan kelapa sawit PT. PLD (Putra Lirik Domas) yang berada di wilayah Kecamatan Rasau Jaya.

Hingga saat ini, api telah berhasil dipadamkan. Namun demikian, masih terdapat kepulan asap di beberapa titik sehingga petugas gabungan terus melakukan pembasahan dan pendinginan areal untuk memastikan tidak terjadi kebakaran ulang.


Kegiatan ini merupakan bentuk sinergitas antara Polri dan pihak Perusahaan dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan serta upaya menjaga situasi Kamtibmas dan lingkungan tetap kondusif.


(Humas Polsek Rasau Jaya) 

Senin, 19 Januari 2026

Kubu Raya Siaga Karhutla, Apel Pencegahan dan Penanganan Kebakaran Digelar


TBNEWSPOLRESKUBURAYA.ID, KUBU RAYA — Pemerintah Kabupaten Kubu Raya melaksanakan Apel Siaga Pencegahan dan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Selasa (20/1/2026), guna meningkatkan kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kubu Raya.

Apel dipimpin langsung oleh Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, selaku Inspektur Apel. Turut hadir Wakil Bupati Kubu Raya, H. Sukiryanto, Dandim 1207/Pontianak, Kolonel Inf. Robbi Firdaus, Kapolres Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika, Danyon A Pelopor Satbrimob Polda Kalbar, KOMPOL Jon Rubi Sugianto, Wakpolres Kubu Raya, KOMPOL Andri Syahroni, Pabung Wilayah Kubu Raya Kodim 1207/Pontianak, MAYOR CZI. Budi Santoso, PJU Polres Kubu Raya, Perwakilan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio dan jajaran perangkat daerah serta relawan pemadam kebakaran swasta.

Dalam amanatnya, Bupati Sujiwo menegaskan bahwa apel siaga ini merupakan wujud komitmen bersama dalam menanggulangi ancaman kebakaran hutan dan lahan yang kerap melanda Kubu Raya, khususnya saat musim kemarau.

“Kabupaten Kubu Raya merupakan salah satu daerah di Kalimantan Barat yang rawan Karhutla. Karena itu, seluruh elemen dan stakeholder harus selalu siaga dan tidak boleh lengah,” ujar Sujiwo.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data penanganan Karhutla, sejak awal tahun 2025 hingga Januari 2026 telah terdeteksi 20 titik api di wilayah Kubu Raya, dengan variasi luasan lahan yang terdampak.

Untuk mencegah meluasnya kebakaran, Pemkab Kubu Raya terus melakukan berbagai langkah antisipatif, di antaranya melalui patroli terpadu dan pemadaman langsung di lokasi kebakaran. Upaya tersebut akan terus dilakukan selama status siaga darurat kabut asap akibat Karhutla masih diberlakukan.

Bupati juga menekankan bahwa penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan secara parsial oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi dan kerja sama yang solid antara pemerintah daerah, TNI-Polri, instansi teknis, relawan, serta masyarakat.

“Melalui apel ini, kami menginstruksikan seluruh pemangku kepentingan agar terus meningkatkan koordinasi dan komunikasi yang selama ini telah terbangun dengan baik,” tegasnya.

Menutup amanatnya, Sujiwo meminta seluruh stakeholder untuk memastikan kesiapan personel dan peralatan operasional agar dapat digunakan sewaktu-waktu saat dibutuhkan.

Apel siaga ini diharapkan menjadi momentum penguatan komitmen bersama dalam mencegah dan menangani Karhutla, sekaligus meminimalkan dampak lingkungan, kesehatan, dan aktivitas masyarakat di Kabupaten Kubu Raya.





Penulis : Humas_cpt_ltr2002
Editor : Aiptu Ade
follow up : web resmi Polres Kubu Raya ( tbnewspolreskuburaya.id)
Call Centre : 110

Polda Aceh Buka Posko Pelayanan Khusus STNK dan BPKB Rusak atau Hilang Pascabencana di Aceh Tamiang


Tamiang. Hari ini, Senin 19 Januari 2026, Polda Aceh bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Aceh membuka posko pelayanan khusus bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan tanah longsor untuk pengurusan STNK dan BPKB yang hilang maupun rusak. 

Kepala Seksi BPKB Ditlantas Polda Aceh, Kompol Vifa Febriana Sari S.H., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa kehadiran posko ini merupakan bentuk respons cepat Polri terhadap kebutuhan administrasi masyarakat pascabencana.

"Pada hari ini kita melaksanakan kegiatan posko pelayanan khusus bagi masyarakat yang ingin mengurus STNK dan BPKB yang hilang atau rusak karena bencana banjir dan tanah longsor yang telah terjadi di wilayah Aceh." Jelasnya di Mako Polres Aceh Tamiang.

Ia menambahkan bahwa pelayanan tersebut dibuka selama hampir satu bulan penuh agar dapat menjangkau masyarakat terdampak secara maksimal.

"Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 19 Januari sampai dengan 14 Februari 2026." Tambahnya.

Pada hari pertama pelaksanaan, antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi. Puluhan warga mendatangi lokasi pelayanan untuk mengurus dokumen kendaraan yang terdampak bencana.

Kompol Vifa mengapresiasi kesadaran masyarakat Aceh Tamiang, khususnya terkait kepatuhan administrasi kendaraan dan pembayaran pajak.

"Hari ini merupakan hari pertama dan kita cukup mengapresiasi masyarakat di kota Tamiang ternyata banyak masyarakat yang sadar akan kepeduliannya terhadap pembayaran pajak tadi bisa kita melihat kurang lebih ada 40 hingga 50 masyarakat yang sudah antri dan melaksanakan pengurusan baik itu pengurusan STNK hilang BPKB hilang maupun pembayaran pajak tahunan" Ungkapnya.

Ia pun mengimbau masyarakat di wilayah Aceh Tamiang dan sekitarnya agar memanfaatkan layanan tersebut selama masih berlangsung.

"Kami menghimbau bagi masyarakat yang berada di seputar wilayah Tamiang dan sekitarnya silahkan datang ke aula Polres Aceh Tamiang untuk melaksanakan pelayanan STNK maupun BPKB yang hilang atau rusak" imbaunya.

Diketahui bersama bahwa BPKB adalah dokumen berharga dan STNK adalah kelengkapan dalam berkendara di jalan raya.

Salah satu warga Kampung Pahlawan, Ibu Puspita, mengaku sangat terbantu dengan adanya pelayanan khusus tersebut. Ia menyampaikan bahwa proses pengurusan berjalan lancar tanpa kendala berarti.

"Iya, terbantu Sekali, Tidak ada kendala" Ungkapnya.

Ibu Puspita juga menyampaikan bahwa dirinya memperoleh informasi terkait pengurusan BPKB dan STNK yang rusak akibat bencana dari tetangga di lingkungan tempat tinggalnya.

Sebagai informasi, berikut persyaratan penggantian STNK dan BPKB bagi masyarakat terdampak bencana:

*Persyaratan pengurusan STNK hilang atau rusak akibat bencana :*

1. KTP asli atau surat keterangan yang diterbitkan oleh kelurahan/desa.
a. Untuk kendaraan dinas/BUMN, melampirkan surat keterangan dari instansi dinas/BUMN.
b. Melampirkan surat keterangan domisili, SIUP, SITU, TDP, NPWP, akta perusahaan, serta surat izin usaha angkutan barang/orang (jika ada).
2. BPKB asli atau fotokopi.
3. Fotokopi KTP pihak yang diberi kuasa (apabila dikuasakan).
4. Cek fisik kendaraan bermotor.
5. Surat pernyataan pemilik STNK yang menyatakan bahwa STNK hilang, bermaterai/rusak akibat bencana, dibuat di hadapan petugas.

*Persyaratan Penggantian BPKB Hilang Karena Bencana :* 

1. Mengisi formulir permohonan.

2. Melampirkan tanda bukti identitas pemilik (KTP).

3. Surat pernyataan pemilik bermaterai yang menyatakan bahwa:

- BPKB yang hilang tidak terkait kasus pidana maupun perdata;

- BPKB hilang akibat dampak bencana.

4. Surat keterangan yang menyatakan pemilik kendaraan benar terdampak bencana, dikeluarkan oleh desa atau kelurahan.

5. Hasil cek fisik kendaraan bermotor.

6. Surat kuasa, apabila pengurusan diwakilkan.

*Persyaratan Penggantian BPKB Rusak Karena Bencana :*

1. Mengisi formulir permohonan.

2. Melampirkan tanda bukti identitas pemilik (KTP).

3. BPKB yang rusak.

4. Surat pernyataan pemilik bermaterai yang menyatakan BPKB rusak akibat bencana, diketahui oleh RT/RW setempat.

5. Hasil cek fisik kendaraan bermotor.

6. Surat kuasa, apabila pengurusan diwakilkan.

Melalui pelayanan ini, Polda Aceh berharap masyarakat dapat kembali memiliki kelengkapan administrasi kendaraan secara sah dan aman, sekaligus mendukung ketertiban berlalu lintas pascabencana.

Minggu, 18 Januari 2026

Polres Kubu Raya Gelar Upacara Hari Kesadaran Nasional, Perkuat Nilai Nasionalisme


TBNEWSPOLRESKUBURAYA.ID, KUBU RAYA – Polres Kubu Raya melaksanakan Upacara Hari Kesadaran Nasional di halaman Mapolres Kubu Raya, Senin (19/1/2026) pagi. 

Upacara dipimpin langsung oleh Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahardika, diikuti oleh Wakapolres Kubu Raya KOMPOL Andri Syahroni, PJU Polres Kubu Raya, Kapolsek jajaran dan seluruh personel Polres Kubu Raya.

Dalam amanatnya, Kapolres Kubu Raya menegaskan bahwa Upacara Hari Kesadaran Nasional memiliki makna penting untuk memantapkan kualitas pengabdian anggota Polri sekaligus meningkatkan rasa cinta kepada bangsa dan negara. Menurutnya, upacara ini merupakan salah satu wujud nyata pelaksanaan tugas dan tanggung jawab sebagai aparatur negara.

Kapolres mengajak seluruh personel untuk terus bahu membahu meningkatkan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan kalender kamtibmas tahun 2026. Ia menekankan pentingnya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman dan kondusif, khususnya pasca pengamanan Natal dan Tahun Baru 2026 serta menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.

“Momentum hari libur nasional dan cuti bersama biasanya dimanfaatkan masyarakat untuk berlibur bersama keluarga. Hal ini akan meningkatkan aktivitas masyarakat yang tentu berdampak pada meningkatnya potensi gangguan kamtibmas. Oleh karena itu, kesiapsiagaan dan kehadiran Polri di tengah masyarakat menjadi sangat penting,” ujar AKBP Kadek.

Lebih lanjut, Kapolres Kubu Raya memberikan sejumlah penekanan kepada seluruh personel Polres Kubu Raya. Di antaranya agar terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai sumber kekuatan dan benteng moral dalam bertugas. Selain itu, Kapolres juga menekankan pentingnya menciptakan keharmonisan dan komunikasi yang baik di lingkungan kerja, baik antara atasan dan bawahan maupun antara senior dan junior, guna memperkuat soliditas internal.

"Bangun dan jaga hubungan yang baik dengan instansi terkait, serta memperkuat sinergi, soliditas, dan solidaritas lintas sektor sebagai wujud Polri yang mampu menjadi pelopor nasionalisme. Tingkatkan kewaspadaan dan kepekaan terhadap perkembangan situasi di berbagai aspek kehidupan, guna mencegah terjadinya gangguan kamtibmas serta membangun kepercayaan masyarakat melalui pelayanan Polri yang presisi dan berkualitas" tegasnya.

Selain itu, Kapolres menekankan agar seluruh personel senantiasa menjaga kesehatan dan profesionalitas dalam pelaksanaan tugas, sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Pelaksanaan upacara ini merupakan kegiatan rutin bulanan yang bertujuan untuk menumbuhkan dan memperkuat rasa nasionalisme, disiplin, serta loyalitas anggota Polri terhadap bangsa dan negara sehingga berdampak positif terhadap pelaksanaan tugas kepolisian di lapangan.





Penulis : Humas_cpt_ltr2002
Editor : Aiptu Ade
follow up : web resmi Polres Kubu Raya ( tbnewspolreskuburaya.id)
Call Centre : 110

Percepat Pemulihan Pascabencana, 283 Taruna Akpol Diterjunkan dalam Latsitarda Nusantara XLVI Tahun 2026 di Aceh Tamiang


Polri kembali menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana. Sebanyak 283 taruna tingkat akhir Akademi Kepolisian (Akpol) yang tergabung dalam Batalyon Ksatriya Hawin Sarwahita resmi diberangkatkan untuk mengikuti Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitarda Nusantara) XLVI Tahun 2026.

Ratusan Taruna Akpol tersebut akan bergabung bersama taruna dan kadet dari berbagai lembaga pendidikan kedinasan lainnya untuk melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatera, dengan fokus utama di Kabupaten Aceh Tamiang.

Keikutsertaan Taruna Akpol dalam kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi daerah pascabencana, sekaligus implementasi peran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa penugasan taruna dalam Latsitarda Nusantara menjadi wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.

“Keikutsertaan 283 Taruna Akpol dalam Latsitarda Nusantara XLVI Tahun 2026 ini merupakan bentuk kontribusi nyata Polri dalam membantu masyarakat yang sedang bangkit dari dampak bencana. Para taruna akan terjun langsung membantu kegiatan pemulihan di Aceh Tamiang sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat,” ujar Brigjen Pol Trunoyudo.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana penting pembentukan karakter calon perwira Polri agar semakin peka dan responsif terhadap persoalan sosial di lapangan.

“Melalui kegiatan ini, para taruna tidak hanya mendapatkan pengalaman teknis, tetapi juga belajar membangun empati, kepedulian, dan semangat melayani masyarakat. Inilah nilai-nilai utama yang ingin ditanamkan kepada calon pemimpin Polri di masa depan,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan di lapangan, para Taruna Akpol akan terlibat langsung dalam berbagai program kemanusiaan yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat terdampak bencana.

Brigjen Pol Trunoyudo menjelaskan bahwa para taruna akan melakukan kegiatan trauma healing bagi anak-anak dan warga yang mengalami dampak psikologis akibat bencana, membantu membersihkan lingkungan permukiman, serta ikut membangun dan merehabilitasi fasilitas umum yang rusak.

“Mereka akan terlibat dalam kegiatan trauma healing untuk memulihkan kondisi psikologis masyarakat, khususnya anak-anak. Selain itu, para taruna juga akan membantu membersihkan dan memperbaiki tempat ibadah, fasilitas pendidikan, serta infrastruktur lainnya, serta kantor-kantor kepolisian yang terdampak bencana banjir agar dapat kembali melayani kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa kehadiran Taruna Akpol di tengah masyarakat diharapkan dapat mempercepat normalisasi kehidupan sosial di Aceh Tamiang.

“Peran aktif para taruna ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mempercepat pemulihan aktivitas sosial ekonomi pascabencana. Ini adalah wujud nyata bakti Polri untuk negeri,” lanjut Karopenmas.

Pemberangkatan para Taruna Akpol diawali dengan Upacara Pembukaan dan Pembentukan Satuan Tugas Taruna (Satgastar) Latsitarda Nusantara XLVI Tahun 2026 yang dipimpin oleh Danjen Akademi TNI Letjen TNI R. Sidharta Wisnu Graha di Dermaga Samudera II Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, Sabtu (17/1/2026).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat utama Mabes TNI dan Mabes Polri, para pimpinan lembaga pendidikan kedinasan, serta pejabat TNI-Polri wilayah Jawa Tengah, termasuk Wakapolda Jawa Tengah.

Selain Taruna Akpol, kegiatan ini juga diikuti oleh taruna dan kadet dari Akademi Militer (Akmil), Akademi Angkatan Laut (AAL), Akademi Angkatan Udara (AAU), Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN), serta Kadet Universitas Pertahanan (Unhan) dengan total peserta mencapai 1.456 orang.

Selama kurang lebih satu bulan, terhitung sejak 17 Januari hingga 17 Februari 2026, para taruna akan melaksanakan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan di lokasi bencana, baik kegiatan fisik maupun nonfisik sebagai bentuk pengabdian langsung kepada masyarakat.

Usai upacara, para taruna diberangkatkan menuju wilayah sasaran menggunakan tiga Kapal Perang Republik Indonesia (KRI), yakni KRI Banda Aceh-593, KRI Teluk Calang-524, dan KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992. Sekitar pukul 16.00 WIB, ketiga KRI tersebut bertolak dari Pelabuhan Tanjung Emas menuju Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara, untuk selanjutnya bergerak ke lokasi penugasan di Aceh Tamiang.

Melalui Latsitarda Nusantara XLVI Tahun 2026 ini, Polri berharap para Taruna Akpol mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat terdampak bencana, sekaligus semakin memperkokoh semangat pengabdian, soliditas, dan kemanunggalan Polri dengan rakyat.

Percepat Pemulihan Pascabencana, 283 Taruna Akpol Diterjunkan dalam Latsitarda Nusantara XLVI Tahun 2026 di Aceh Tamiang


Polri kembali menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana. Sebanyak 283 taruna tingkat akhir Akademi Kepolisian (Akpol) yang tergabung dalam Batalyon Ksatriya Hawin Sarwahita resmi diberangkatkan untuk mengikuti Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitarda Nusantara) XLVI Tahun 2026.

Ratusan Taruna Akpol tersebut akan bergabung bersama taruna dan kadet dari berbagai lembaga pendidikan kedinasan lainnya untuk melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatera, dengan fokus utama di Kabupaten Aceh Tamiang.

Keikutsertaan Taruna Akpol dalam kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi daerah pascabencana, sekaligus implementasi peran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa penugasan taruna dalam Latsitarda Nusantara menjadi wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.

“Keikutsertaan 283 Taruna Akpol dalam Latsitarda Nusantara XLVI Tahun 2026 ini merupakan bentuk kontribusi nyata Polri dalam membantu masyarakat yang sedang bangkit dari dampak bencana. Para taruna akan terjun langsung membantu kegiatan pemulihan di Aceh Tamiang sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat,” ujar Brigjen Pol Trunoyudo.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana penting pembentukan karakter calon perwira Polri agar semakin peka dan responsif terhadap persoalan sosial di lapangan.

“Melalui kegiatan ini, para taruna tidak hanya mendapatkan pengalaman teknis, tetapi juga belajar membangun empati, kepedulian, dan semangat melayani masyarakat. Inilah nilai-nilai utama yang ingin ditanamkan kepada calon pemimpin Polri di masa depan,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan di lapangan, para Taruna Akpol akan terlibat langsung dalam berbagai program kemanusiaan yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat terdampak bencana.

Brigjen Pol Trunoyudo menjelaskan bahwa para taruna akan melakukan kegiatan trauma healing bagi anak-anak dan warga yang mengalami dampak psikologis akibat bencana, membantu membersihkan lingkungan permukiman, serta ikut membangun dan merehabilitasi fasilitas umum yang rusak.

“Mereka akan terlibat dalam kegiatan trauma healing untuk memulihkan kondisi psikologis masyarakat, khususnya anak-anak. Selain itu, para taruna juga akan membantu membersihkan dan memperbaiki tempat ibadah, fasilitas pendidikan, serta infrastruktur lainnya, serta kantor-kantor kepolisian yang terdampak bencana banjir agar dapat kembali melayani kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa kehadiran Taruna Akpol di tengah masyarakat diharapkan dapat mempercepat normalisasi kehidupan sosial di Aceh Tamiang.

“Peran aktif para taruna ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mempercepat pemulihan aktivitas sosial ekonomi pascabencana. Ini adalah wujud nyata bakti Polri untuk negeri,” lanjut Karopenmas.

Pemberangkatan para Taruna Akpol diawali dengan Upacara Pembukaan dan Pembentukan Satuan Tugas Taruna (Satgastar) Latsitarda Nusantara XLVI Tahun 2026 yang dipimpin oleh Danjen Akademi TNI Letjen TNI R. Sidharta Wisnu Graha di Dermaga Samudera II Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, Sabtu (17/1/2026).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat utama Mabes TNI dan Mabes Polri, para pimpinan lembaga pendidikan kedinasan, serta pejabat TNI-Polri wilayah Jawa Tengah, termasuk Wakapolda Jawa Tengah.

Selain Taruna Akpol, kegiatan ini juga diikuti oleh taruna dan kadet dari Akademi Militer (Akmil), Akademi Angkatan Laut (AAL), Akademi Angkatan Udara (AAU), Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN), serta Kadet Universitas Pertahanan (Unhan) dengan total peserta mencapai 1.456 orang.

Selama kurang lebih satu bulan, terhitung sejak 17 Januari hingga 17 Februari 2026, para taruna akan melaksanakan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan di lokasi bencana, baik kegiatan fisik maupun nonfisik sebagai bentuk pengabdian langsung kepada masyarakat.

Usai upacara, para taruna diberangkatkan menuju wilayah sasaran menggunakan tiga Kapal Perang Republik Indonesia (KRI), yakni KRI Banda Aceh-593, KRI Teluk Calang-524, dan KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992. Sekitar pukul 16.00 WIB, ketiga KRI tersebut bertolak dari Pelabuhan Tanjung Emas menuju Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara, untuk selanjutnya bergerak ke lokasi penugasan di Aceh Tamiang.

Melalui Latsitarda Nusantara XLVI Tahun 2026 ini, Polri berharap para Taruna Akpol mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat terdampak bencana, sekaligus semakin memperkokoh semangat pengabdian, soliditas, dan kemanunggalan Polri dengan rakyat.

Polri Bersihkan Area Terdampak Banjir Bandang di Kampung Tengah Kecamatan Palembayan Agam Sumbar


Sumatera Barat - Pada hari Minggu, 18 Januari 2025, Tim SAR Resimen II Pasukan Pelopor BKO Polda Sumbar melaksanakan kegiatan pembersihan area di sekitar sungai yang terdampak bencana banjir bandang di Desa Kampung Tengah, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat.

Kegiatan ini bertujuan untuk membersihkan material sisa banjir berupa lumpur, kayu, dan sampah yang menumpuk di bantaran sungai, guna memulihkan kondisi lingkungan serta mencegah terjadinya banjir susulan. Pembersihan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan unsur terkait dan masyarakat setempat, sehingga diharapkan aktivitas warga dapat kembali berjalan dengan aman dan normal.

Sabtu, 17 Januari 2026

Langkah Cepat dan Responsif, Polsek Rasau Jaya Laksanakan Pembasahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Rasau Jaya – Personel Polsek Rasau Jaya yang dipimpin oleh Kanit Binmas Ipda Rudi bersama tiga orang anggota melaksanakan kegiatan pembasahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Dusun Sangkar Mas Desa Rasau Jaya Tiga Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya. Sabtu, 17/01/2026.

Kegiatan pembasahan dilakukan pada lahan yang terdampak kebakaran dengan luas sekitar ± 6 hektare. Tindakan ini merupakan langkah cepat dan responsif jajaran Polsek Rasau Jaya guna memastikan kondisi di lapangan tetap terkendali serta mencegah potensi munculnya titik api baru yang dapat memperluas area kebakaran.

Dalam pelaksanaannya, personel melakukan pengecekan menyeluruh di lokasi kebakaran dan melakukan pembasahan secara intensif pada area yang masih berasap dan rawan terbakar kembali. Selain itu, petugas juga memantau situasi sekitar guna memastikan keamanan serta tidak adanya ancaman terhadap pemukiman warga.
Hingga kegiatan berakhir, situasi di lokasi Karhutla terpantau dalam keadaan kondusif dan terkendali. Polsek Rasau Jaya akan terus melakukan pemantauan dan upaya pencegahan sebagai bentuk komitmen dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di wilayah hukumnya.

(Humas Polsek Rasau Jaya)

Kamis, 15 Januari 2026

Kapolri Beri Apresiasi ke Atlet Polri dan Non-Polisi yang Berprestasi di Sea Games 2025

Tribratanews.polri.go.id -  Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan apresiasi atau reward kepada seluruh atlet Polri yang meraih prestasi di ajang Sea Games tahun 2025. Setidaknya ada 38 personel kepolisian yang meraih medali serta mengharumkan nama Bangsa Indonesia di kancah dunia.


"Ada kurang lebih 38 personel yang mendapatkam prestasi sea games 2025. Oleh karena itu hari ini, malam ini kita berikan apresiasi kepada personel Polri yang kebetulan menjadi atlet berprestasi di sea games untuk mendapatkan reward, apresiasi baik dalam bentuk kenaikan pangkat baik dalam bentuk kesempatan promosi sekolah, maupun ikuti ataupun mendapatkan promosi jabatan," kata Sigit di Malam Apresiasi Sang Juara Polri untuk Indonesia di The Tribrata, Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2026).


Selain personel kepolisian, Sigit juga memberikan reward kepada 101 atlet yang meraih prestasi luar biasa di cabang olahraganya masing-masing. Menurut Sigit, ratusan atlet tersebut memiliki keinginan besar untuk bergabung ke dalam keluarga besar Korps Bhayangkara.


Oleh karena itu, Sigit memberikan kesempatan kepada ratusan atlet tersebut untuk bergabung sebagai personel Polri. Nantinya mereka bakal diproses melalui jalur Rekrutmen Pro-aktif atau Talent Scouting. Bahkan, salah satunya ada atlet yang meraih 100 medali.


"Sehingga kami memberikan kesempatan mereka bergabung menjadi keluarga besar Polri melalui jalur rekrutmen proaktif atau talent scouting. Tentunya ini juga menjadikan kesempatan bagi mereka untuk terus berprestasi namun nanti disatu titik mereka berlatih menjadi keluarga besar Polri," ujar Sigit.


Selain itu, Sigit menyebut, ada juga atlet yang merupakan Bhayangkari meraih prestasi atau medali emas di ajang Sea Games 2025. "Baru saja kami juga mendapatkan informasi masih banyak dari atlet yang prestasi ingin bergabung menjadi keluarga besar Polri," ucap Sigit.


Dengan adanya kegiatan ini, Sigit berharap seluruh atlet Indonesia ke depannya terus menjaga dan meningkatkan prestasinya. Apalagi masih akan banyak event internasional yang akan berlangsung.


Sigit menegaskan, atlet Polri maupun yang tidak, harus terus berlatih secara maksimal agar bisa tetap mengharumkan nama Bangsa Indonesia di kancah dunia.


"Tentunya harapan kami seluruh atlet semakin terus menjaga prestasinya. Ke depan masih banyak event internasional tentunya kita titip kepada mereka untuk terus menjaga agar Sang Merah Putih kita kibarkan di event internasional," tegas Sigit.


"Dan kita menitipkan bagaimana mereka terus berkiprah terus menjaga membawa harum nama bangsa dan tentunya menjaga membawa harus nama institusi Polri," tambah Sigit sekaligus mengakhiri.

Sumber : https://tribratanews.polri.go.id/blog/nasional-3/kapolri-beri-apresiasi-ke-atlet-polri-dan-non-polisi-yang-berprestasi-di-sea-games-2025-97864